Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 24 Agustus 2026

Morales Dilantik Sebagai Presiden Bolivia untuk Masa Jabatan Ketiga

- Sabtu, 24 Januari 2015 11:42 WIB
374 view
Morales Dilantik Sebagai Presiden Bolivia untuk Masa Jabatan Ketiga
La Paz (SIB)- Evo Morales, Kamis (22/1) dilantik untuk masa jabatan ketiga sebagai presiden Bolivia dalam satu upacara di majelis nasional negara itu dan berikrar akan menurunkan kemiskinan.

Morales, yang memerintah sejak tahun 2006, dipilih kembali Oktober dengan meraih 61 persen suara. Masa jabatan barunya akan berakhir tahun 2020.

Dalam pidato pelantikannya, mantan petani koka berusia 55 tahun itu bangga karena telah melepaskan ketergantungan Bolivia pada Amerika Serikat dalam sembilan tahun pertama ia memerintah dan mengatakan ia mengurangi kemiskinan pada satu digit pada akhir masa jabatannya.

"Di sini orang-orang asing tidak dapat memberikan perintah-perintah kepada warga Indian," katanya.

Dibantu dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat, masa jabatan dua tahun pertamanya Morales ditandai dengan nasionalisasi sumber-sumber minyak dan alam lainnya negara itu.

Ia memberlakukan pengawasan negara atas industri-industri strategis seperti telekomunikasi dan tenaga listrik setelah  bertikai dengan Washington.

Ia mengusir duta besar Amerika Serikat dan Badan Penanggulangan Narkoba AS tahun 2008 dan mengakhiri hubungan lama Bolivia dengan Badan Pembangunan Internasional AS tahun 2013.

Dengan ekspor gas alam ke tetangga-tetangga Brazil dan Argentina memenuhi simpanannya, Morales menyebarkan sumber keuntungannya kepada para warga miskin negara itu.

Tetapi ia menghadapi satu perubahan ekonomi ketika memangku jabatannya saat ini.

"Sekarang ia harus memerintah dalam konteks harga minyak anjlok dan harga gas alam turun, di mana tidak ada peningkatan ekonomi yang dicirikan dalam sembilan tahun sebelumnya," kata para pengamat.

Morales telah memperingatkan untuk bertahan menghadapi satu krisis.

"Kita akan terus tumbuh, karena harga-harga internasional membantu tetapi tidak cukup dan perlu kondisi bagi pertumbuhan," kata Menteri Perekonomian Luis Arce.

Bolivia memproyeksi pertumbuhan tahun ini 5,9 persen, sama dengan tahun 2014. Ekonomi negara itu berkembang 6.8 persen tahun 2013.

Dengan menguasai majelis nasional, Morales seharusnya memiliki kebebasan untuk melakukan reformasi, kemungkinan termasuk satu amendemen konstitusi untuk memungkinkan dia mencalonkan diri kembali bagi masa jabatan keempatnya.

Dalam satu jumpa wartawan Senin, Morales mengatakan ia tidak pernah memikirkan untu mengubah konstitusi untuk membuka jalan bagi satu masa jabatan lagi sebagai presiden. (Ant/AFP/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru