Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 April 2026

Malaysia Temukan Perkampungan Ilegal Tersembunyi dengan Fasilitas Lengkap yang Dihuni WNI

Redaksi - Selasa, 07 April 2026 10:52 WIB
255 view
Malaysia Temukan Perkampungan Ilegal Tersembunyi dengan Fasilitas Lengkap yang Dihuni WNI
Harian Metro Malaysia
Otoritas Malaysia menggerebek tiga perkampungan ilegal tersembunyi di kawasan perkebunan kelapa sawit di Setia Alam, yang dihuni ratusan pendatang asing tanpa izin, termasuk warga negara Indonesia (WNI) pada Jumat (3/4/2026) malam.

Malaysia(harianSIB.com)

Otoritas Malaysia menemukan tiga perkampungan ilegal tersembunyi di kawasan perkebunan kelapa sawit di Setia Alam, yang dihuni ratusan pendatang asing tanpa izin, termasuk warga negara Indonesia (WNI).

Dalam operasi gabungan yang digelar pada Jumat (3/4/2026) tengah malam, sebanyak 214 orang ditangkap dari total 356 warga asing yang diperiksa.

Pengungkapan ini bermula dari operasi terpadu yang melibatkan Jabatan Imigresen Malaysia (JIM), Polis Diraja Malaysia (PDRM), serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Sebagaimana dilansir Harian Metro Malaysia yang dikutip Kompas.com Sabtu (4/4/2026), petugas harus menempuh medan berat untuk mencapai lokasi.

Baca Juga:
Tim bahkan harus mendaki kawasan berbukit sejauh sekitar 400 meter di tengah kondisi gelap sebelum tiba di lokasi perkampungan.

Selain medan yang sulit, petugas juga menghadapi risiko lain seperti keberadaan reptil berbisa di sekitar kawasan tersebut.

Kampung tersembunyi dengan fasilitas lengkap. Hasil penelusuran di lokasi menunjukkan bahwa perkampungan ilegal tersebut meski berada di area terpencil, memiliki fasilitas yang cukup lengkap.

Harian Metro melaporkan, di dalamnya ditemukan tempat ibadah, toko kelontong, hingga pasokan kebutuhan seperti gas bersubsidi, bahan bakar diesel, serta aliran listrik dan air.

Selain itu, petugas juga menemukan kandang ayam yang diduga digunakan untuk aktivitas sabung ayam, serta jalur-jalur kecil atau "jalur tikus" yang diduga menjadi rute pelarian saat terjadi penggerebekan.

Direktur Imigresen Selangor, Khairrul Aminus Kamaruddin, mengatakan ketiga perkampungan ilegal tersebut diperkirakan telah berdiri selama 5-9 tahun.

"Secara keseluruhan kami memeriksa 356 warga asing dan menahan 214 orang yang diduga sebagai pendatang tanpa izin," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari 120 laki-laki, 65 perempuan, serta 29 anak-anak, dengan rentang usia mulai dari 1 bulan hingga 80 tahun.

Berdasarkan pemeriksaan awal, para pendatang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Myanmar, Bangladesh, India, Pakistan, dan Sri Lanka.

Menurut Khairrul, sebagian besar warga asing tersebut bekerja sebagai buruh dan pekerja pembersihan di sekitar kawasan.

Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya pihak tertentu yang berperan sebagai "pengelola" atau ketua kampung yang memungut sewa dari para penghuni.

Operasi ini melibatkan berbagai instansi, termasuk pemerintah daerah, pasukan keamanan, serta lembaga administrasi kependudukan.

Penemuan kampung tersembunyi ini menyoroti kompleksitas persoalan imigrasi ilegal di Malaysia, sekaligus menunjukkan adanya sistem permukiman terorganisasi yang mampu bertahan selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Malaysia Perketat Penggunaan Energi, Batasi Suhu AC Gedung Pemerintah
Aliansi Petani Bawang dan Mahasiswa Sumatera Utara Demo Polda Sumut, Resah Beredarnya Bawang Diduga Ilegal
BC Teluk Nibung dan Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 4,2 Kg Sabu di Perairan Asahan, 3 Tersangka Diamankan
Wabah TBC Hantam Malaysia, Warga Diminta Pakai Masker saat Bepergian
Pembunuhan Sekeluarga di Malaysia, 5 Orang Tewas
Ringgit Menguat, Malaysia Rancang MOP KLIA Sepang Jadi Pusat Shoping Barang Branded Untuk WNI
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok