Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 April 2026

Israel Klaim Bunuh Pemimpin Hizbullah Naim Qassem

Redaksi - Kamis, 09 April 2026 17:02 WIB
120 view
Israel Klaim Bunuh Pemimpin Hizbullah Naim Qassem
Foto: Al Manar TV/Reuters TV via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem.

Tel Aviv(harianSIB.com)

Israel menyatakan telah menewaskan pemimpin kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran, Hizbullah, Naim Qassem, dalam serangan udara di Beirut pada malam hari.

Kabar tersebut, sebagaimana dilansir Reuters dan dikutip CNBC Indonesia, Kamis (9/4/2026), jika dikonfirmasi oleh pihak Hizbullah, berpotensi menjadi pukulan besar baru bagi kelompok itu sekaligus bagi Iran yang selama ini menjadi sekutu utamanya di kawasan Timur Tengah.

"IDF menyerang di wilayah Beirut dan menewaskan Ali Yusuf Harshi, sekretaris pribadi sekaligus keponakan Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem," kata militer tersebut, dilansir Reuters, Kamis (9/4/2026).

Qassem sebelumnya mengancam Israel secara langsung, dengan mengatakan bahwa rudal akan menghantam negara tersebut jika Israel kembali melancarkan perang besar terhadap Lebanon.

Baca Juga:

Israel sebelumnya juga telah melemahkan kemampuan militer kelompok tersebut dan menghantamnya melalui serangkaian pembunuhan terhadap tokoh-tokohnya sejak perang Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023.

Pada 2024, Israel menewaskan pendahulu Qassem, pemimpin veteran Hassan Nasrallah, dalam serangan udara di pinggiran Beirut. Serangan itu menjadi puncak konflik yang bermula ketika Hizbullah menembaki posisi Israel di perbatasan sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok militan Islam Palestina Hamas.

Hizbullah kemudian menunjuk Qassem, yang telah menjadi tokoh senior dalam kelompok tersebut selama lebih dari 30 tahun, sebagai pemimpin baru sebulan setelah Nasrallah tewas.

Meski terdapat gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang didukung AS pada 2024 setelah lebih dari satu tahun pertempuran, Israel tetap melakukan serangan rutin terhadap apa yang disebutnya sebagai target Hizbullah di Lebanon. Israel menuduh kelompok itu berupaya mempersenjatai kembali diri mereka.

Hizbullah menolak untuk melucuti senjata berdasarkan proposal AS yang bertujuan memperpanjang gencatan senjata.

Kelompok Hizbullah sendiri dibentuk pada 1982 oleh militan Muslim Syiah di Lebanon dan didukung oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran untuk melawan pendudukan Israel di Lebanon selatan pada masa itu. (*)

Baca Juga:

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Israel Serang Lebanon, 254 Orang Tewas 1000 Luka
Israel Tetap Bombardir Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku Dua Pekan
AS-Israel Bunuh Kepala Intelijen Garda Revolusi Islam Iran
AS-Israel Serang PLTN Bushehr Iran, 1 Orang Tewas
Ini Kata-kata Israel Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
IDF Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon Selatan
komentar
beritaTerbaru