Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026
Dua Putra Hosni Mubarak Dibebaskan dari Penjara

Mesir Rusuh, 25 Orang Tewas

- Selasa, 27 Januari 2015 12:57 WIB
120 view
Mesir Rusuh, 25 Orang Tewas
Kairo (SIB)- Dua putra mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak dibebaskan dari penjara. Pembebasan ini terjadi setelah peringatan gerakan rakyat tahun 2011 yang berhasil menggulingkan rezim Mubarak. Pekan lalu, pengadilan Mesir memerintahkan pembebasan Alaa dan Gamal Mubarak sementara menunggu persidangan ulang kasus korupsi mereka. Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (26/1).

Pembebasan keduanya bisa semakin memicu ketegangan di Mesir. Terlebih setelah bentrokan maut yang terjadi antara para demonstran dan aparat keamanan Mesir pada Minggu, 25 Januari, atau bertepatan dengan peringatan aksi demo besar-besaran tahun 2011, yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak dari kekuasaannya. Juru bicara Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (26/1), setidaknya 25 orang tewas dalam berbagai bentrokan yang terjadi di sejumlah wilayah Mesir. Korban jiwa terbanyak terjadi di Matariya, pinggiran Kairo yang merupakan basis gerakan Ikhwanul Muslimin. Pasukan khusus bersenjata senapan dan pistol menembaki para demonstran. Delapan orang termasuk seorang polisi tewas dalam insiden itu.

Dalam kejadian tersebut, warga di Matariya meneriakkan "runtuhlah kekuasaan militer" dan "revolusi sekali lagi". Sejumlah demonstran melemparkan bom Molotov ke pasukan keamanan.

Sementara di pusat kota Kairo, polisi antihuru-hara bersenjatakan senapan dan polisi berpakaian preman dengan membawa pistol, mengejar para demonstran di jalanan. Enam orang juga tewas dalam insiden unjuk rasa terpisah di Alexandria, kota terbesar kedua di Mesir, juga di luar kantor gubernur di pinggiran Kairo dan di provinsi Baheira.

Mubarak sendiri saat ini masih dalam penahanan di rumah sakit militer. Namun sumber-sumber kehakiman mengatakan, Mubarak bisa segera bebas karena saat ini tak ada dakwaan yang dibuktikan terhadap dirinya. Banyak warga Mesir yang memandang kekuasaan Mubarak sebagai periode kapitalisme yang memperkaya kaum elite, namun mengabaikan jutaan warga miskin.

Para aktivis pro-demokrasi menuding Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengembalikan Mesir ke bentuk pemerintahan otoriter, yang menjadi karakter kekuasaan Mubarak selama tiga dekade. Tudingan ini berulang kali dibantah pemerintahan al-Sisi. (Rtr/dtc/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru