Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Jadi 1.225 Orang

Redaksi - Kamis, 03 September 2026 11:24 WIB
276 view
Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Jadi 1.225 Orang
Xinhua/Jigme Dorje
Tim penyelamat mengheningkan cipta untuk mengenang para korban tanah longsor 26 Agustus di dekat Pelabuhan Gyirong di wilayah Gyirong, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya, pada 1 September 2026.

Kathmandu(harianSIB.com)

Banjir bandang yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan China menewaskan sedikitnya 1.225 orang. Sebanyak 4.757 orang lainnya masih dinyatakan hilang sepekan setelah bencana terjadi.

Dilansir detikcom, Kamis (3/9/2026), otoritas bencana Nepal melaporkan sedikitnya 1.204 orang tewas akibat banjir di wilayah Nepal. Sementara itu, 4.216 orang masih belum ditemukan.

Bencana tersebut terjadi pada 26 Agustus 2026 dan melanda kawasan perbatasan Nepal-China. Dampak paling parah dirasakan di wilayah Nepal dan Tibet.

Di sisi China, media pemerintah melaporkan 21 orang tewas di Tibet. Sebanyak 541 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Jika digabungkan, jumlah korban tewas di kedua wilayah mencapai 1.225 orang. Sedangkan total orang yang masih hilang mencapai 4.757 orang.

Angka korban tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian dan evakuasi yang terus dilakukan oleh tim penyelamat.

Bencana banjir dan longsor tersebut menerjang sejumlah wilayah di kawasan Himalaya. Banjir besar membawa material lumpur, batu, dan es hingga menghantam permukiman serta infrastruktur di sepanjang wilayah perbatasan.

Tim penyelamat dari Nepal dan China masih melakukan pencarian terhadap ribuan orang yang belum ditemukan. Kondisi medan yang sulit serta kerusakan infrastruktur menjadi tantangan dalam proses evakuasi.

Bencana tersebut sebelumnya dilaporkan dipicu oleh runtuhnya material es dan batu di kawasan Himalaya yang kemudian memicu aliran air dan material dalam jumlah besar.

Besarnya jumlah korban membuat bencana ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru