Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Twitter Blokir 18 Ribu Akun Terkait ISIS

* ISIS Manfaatkan Sandera Jepang
- Jumat, 30 Januari 2015 16:48 WIB
326 view
 Twitter Blokir 18 Ribu Akun Terkait ISIS
New York (SIB)- JM Berger seorang ilmuwan dari Brookings Institution melacak para militan ISIS di media sosial. Ia mengaku pada Selasa 27 Januari waktu setempat, banyak menemukan akun-akun yang diyakini kuat dimiliki oleh para pendukung kelompok tersebut.

"Para pendukung ISIS mendapat tekanan berat di mana para pengguna internetnya yang paling aktif dan berpengaruh menghadapi sejumlah pemblokiran," kata dia kepada anggota legislatif Amerika seperti dimuat VOA News, Kamis (29/1).

Sejauh ini, beber dia, Twitter telah memblokir hampir 800 akun sejak musim gugur tahun lalu, yang telah dipastikan milik ISIS. Tapi menurut survei berikutnya oleh Berger dan pakar lainnya Jonathan Morgan, pemblokiran ini mungkin baru permulaan saja. Karena hampir 18 ribu akun yang terkait dengan jaringan jihad itu diblokir pada periode yang sama.

"Meskipun puluhan ribu akun Twitter (pendukung militan) itu masih aktif, para penasihat kelompok ISIS di internet menyebut pemblokiran sangat merugikan.

Kelompok ISIS sebelumnya bisa beroperasi di media sosial dengan cukup bebas," ujar Berger kepada Komisi Hubungan Luar Negeri AS.

Tapi setelah ISIS merilis video pemenggalan wartawan Amerika James Foley yang mengerikan, Burger mengatakan Twitter, Facebook dan YouTube telah memberlakukan aturan-aturan yang lebih ketat untuk mencegah pemasangan-pemasangan posting yang mendukung teroris.

Pemblokiran itu, kata Berger, menarget sebagian besar akun Twitter yang aktif, menghambat upaya-upaya propaganda kelompok ISIS tapi membiarkan akun yang kurang aktif supaya badan-badan intelijen bisa mengawasi pendukung kelompok itu.

Berger yakin kondisi saat ini mendekati tekanan yang tepat atas jaringan ISIS, memperlemah kemampuannya untuk mencapai tujuan-tujuannya. Serta memungkinkan Amerika untuk mengeksploitasi sumber intelijen dari jaringan anggota dan pendukungnya di internet.

"Sekurangnya ada sekitar 45 ribu akun Twitter yang digunakan oleh pendukung ISIS, termasuk akun-akun yang dibuat dan diblokir dalam beberapa bulan terakhir," jelas dia. "Kelompok ISIS menunjukkan keahlian khusus untuk memanfaatkan media sosial dan para komandan Amerika yang memimpin serangan udara internasional, terhadap para pelaku Jihad di Irak dan Suriah telah menyampaikan keprihatinan mengenai dampak propaganda tersebut," tambah dia.

Menurut Berger, akun-akun yang berkicau yang paling aktif bertindak secara terkoordinir untuk meningkatkan pesan ISIS. Mereka memasang di Twitter tautan-tautan dan hashtag yang diarahkan pada propaganda kelompok militan itu dengan kecepatan yang luar biasa. Sehingga keberadaannya mudah dicari. Studi yang disampaikan Berger itu, didanai oleh Google Ideas dan akan diterbitkan bulan Maret mendatang.

Manfaatkan Sandera Jepang
Sementara itu ISISmemanfaatkan sandera Jepang Kenji Goto menyampaikan ancaman baru untuk membunuh pilot Yordania, kecuali jika Amman membebaskan wanita pejihad yang dipenjara pada Kamis petang waktu setempat.

Ancaman baru itu muncul setelah Jordan menawarkan untuk menukar Sajida al-Rishawi, seorang calon pembom bunuh diri, dengan pilot Maaz al-Kassasbeh, setelah batas waktu kelompok militant itu sebelum pelaksanaan mengeksekusi pilot dan Goto diperkirakan telah berakhir.

"Saya Kenji Goto Jogo. Ini adalah pesan suara saya telah memberitahu untuk dikirim kepada Anda," kata wartawan Jepang itu terdengar mengatakan dalam pesan audio yang belum diverifikasi didistribusikan oleh akun Twitter jaringan ISIS.

"Jika Sajida al-Rishawi belum siap dipertukarkan untuk hidup saya di perbatasan Turki pada Kamis petang, 29 Januari, waktu Mosul, pilot Yordania Miadh al-Jasaben (Maaz al-Kassasbeh) akan segera dibunuh," kata Goto menurut transkrip SITE.

Jepang telah meminta bantuan Yordania dalam upaya membebaskan Goto sejak video ISIS yang dirilis pada akhir pekan mengatakan sandera Jepang lain, Haruna Yukawa, telah dipenggal.Setelah awalnya menetapkan 200 juta dolar AS sebagai tebusan pembebasan bagi Yukawa dan Goto, kelompok ISIS, yang mengendalikan sejumlah bagian wilayah Suriah dan Irak, mengubah taktik dan menuntut Jordania membebaskan Rishawi. (Ant/AFP/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru