Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Penembakan di Arizona Tewaskan 1 Orang

- Jumat, 20 Maret 2015 15:19 WIB
322 view
Penembakan di Arizona Tewaskan 1 Orang
Phoenix (SIB)- Insiden penembakan terjadi di sejumlah lokasi di Mesa, Arizona, Amerika Serikat. Kepolisian setempat mengatakan bahwa 1 orang tewas dan 5 orang lainnya terluka akibat penembakan ini. Pelaku belum tertangkap. Pihak berwenang mengungkapkan bahwa beberapa orang telah terluka dalam penembakan tapi tidak bisa langsung menyebutkan berapa banyak orang yang telah ditembak atau jika ada yang meninggal. Namun, koran Arizona Republic yang mengutip sumber dari kepolisian yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan satu orang tewas dan lima lainnya cidera. Demikian dilansir Reuters, Kamis (19/3).

Juru Bicara Kepolisian Mesa Esteban Flores menuturkan bahwa si penembak adalah seorang pria berusia 40-an dengan tato besar di lehernya. Pria itu masih buron hingga saat ini. Polisi menyebar di seluruh kota untuk memburu pria bersenjata itu.

Penembak itu memulai serangannya dari seberang sekolah perdagangan dan kemudian pindah melepaskan tembakan di sebuah restoran. Dia lalu melanjutkan aksi penembakan di lokasi lainnya di kota yang terletak kurang dari 15 km sebelah timur Phoenix.

Puluhan polisi bersiaga di salah satu lokasi penembakan yaitu Tri-City Inn motel dan sebuah kios tato yang letaknya berdekatan. Televisi lokal 12News menyebutkan ada 5 hingga 6 lokasi penembakan. Wakil Wali Kota Mesa Dennis Kavanaugh, saat dikonfirmasi dalam sebuah wawancara lewat telepon,
mengatakan bahwa beberapa orang di kota itu telah ditembak dan penembak belum tertangkap.

Gubernur Arizona Doug Ducey dalam pernyataannya mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Wali Kota Mesa. Ducey menawarkan dukungan dan bantuan untuk menangani penembakan ini, termasuk dari Departemen Keamanan Publik. "Saat ini, hati dan doa-doa kita bersama warga Mesa, individu yang terpengaruh dengan tragedi ini, dan semua penegak hukum serta pihak-pihak pertama yang bekerja untuk membantu para korban," kata Ducey. (Detikcom/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru