Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026
20 Turis Tewas Akibat Serangan di Museum dan Kompleks Parlemen

Tunisia Perang Melawan Teroris, Tingkatkan Keamanan di Kawasan Wisata

- Jumat, 20 Maret 2015 15:48 WIB
561 view
  Tunisia Perang Melawan Teroris, Tingkatkan Keamanan di Kawasan Wisata
Tunis (SIB)- Jumlah korban serangan teroris di Tunisia sedikitnya sudah mencapai 22 orang, termasuk 20 wisatawan asing, sementara sekitar 40 lainnya cedera. Serangan bersenjata itu terjadi di museum Bardo di dekat gedung parlemen di ibukota Tunis, Rabu 18 Maret. Dua penyerang dan seorang polisi terbunuh dalam operasi keamanan yang dilakukan sesudahnya. Perdana Menteri Tunisia, Habib Essid, mengatakan turis asal Italia, Spanyol, Polandia, dan Jerman termasuk dalam korban yang tewas.

Saat serangan terjadi, anggota parlemen sedang membahas undang-undang antiteroris, dan langsung dievakuasi. Namun setelah operasi keamanan berlangsung, pada malam harinya para politisi kembali ke parlemen sebagai bentuk perlawanan dan persatuan nasional.

Presiden Beji Caid Essebsi menegaskan bahwa Tunisia kini dalam keadaan perang dengan teroris, dan keamanan ditingkatkan di kawasan-kawasan wisata. “Kelompok minoritas yang buas ini tidak akan membuat kita takut dan perang melawan mereka akan berlanjut sampai mereka dibasmi," tuturnya. Perekonomian Tunisia amat tergantung pada pariwisata.

Dua pelaku penembakan di museum nasional Tunisia tewas ditembak dalam penyerbuan polisi. Namun pemerintah Tunisia masih memburu 3 tersangka lainnya yang terkait dengan penembakan brutal tersebut.

Perdana Menteri Tunisia Habib Essid menyebutkan nama dua pria bersenjata di balik penyerangan museum di ibukota negara itu, yaitu Yassine Abidi dan Hatem Khachnaoui.  "Ini jelas serangan pengecut yang tujuan utamanya menargetkan perekonomian Tunisia," sebut PM Essid. "Kita harus bersatu untuk mempertahankan negara kita," imbuhnya.

Kedua pelaku tersebut kemungkinan adalah warga Tunisia, kata jurubicara Kementerian Dalam Negeri. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab melakukan penyerangan. Tunisia menghadapi peningkatan ekstremis Islam sejak revolusi 2011 yang menggulingkan penguasa kuat Zine El Abidine Ben Ali serta memantik munculnya Kebangkitan Arab di sekitar kawasan itu.

Dalangi Penembakan
Otoritas setempat tidak memberikan keterangan detail mengenai pelaku serangan, yang menewaskan 20 turis asing dan 2 warga Tunisia itu. Sejauh ini juga belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tunisia Mohamed Ali Aroui mengatakan pada radio nasional, bahwa para penyerang tersebut merupakan Islamis. Namun tidak dijelaskan lebih detail mengenai hal tersebut.

Seperti dilansir CNN, Kamis (19/3), beredar spekulasi bahwa kelompok ISIS mendalangi serangan ini. Terlebih lagi, insiden berdarah ini terjadi hanya beberapa hari setelah seorang jihadis dari kelompok Jund al-Khilafah di Tunisia memposting di akun Twitter, bahwa janji kesetiaan pada Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin ISIS akan segera disampaikan.

Sebelumnya, seorang militan ISIS di kota Raqqa, Suriah mempertanyakan mengapa para jihadis di Tunisia tidak menyampaikan janji kesetiaan pada pemimpin ISIS.
Serangan di museum nasional Tunisia itu dielu-elukan oleh para pendukung ISIS secara online. Namun hingga kini belum ada pernyataan apapun dari kelompok ISIS. "Kelihatannya ini serangan ISIS namun kita harus ingat bahwa ada pula kemungkinan lainnya," cetus Christopher Chivvis, pakar keamanan di perusahaan RAND Corporation. "Itu bisa saja Ansar al Shariah in Tunisia, yang merupakan kelompok lokal. Bisa juga kelompok Qaeda in the Islamic Maghreb," tuturnya.

Penembakan brutal di Museum Nasional Bardo di ibukota Tunis Rabu (18/3), berawal ketika dua pria bersenjata menyerbu ke dalam museum dan melepas tembakan ke arah pengunjung museum. Para pengunjung berlarian keluar, namun pelaku sempat menyandera beberapa orang yang masih ada di dalam museum. Sekitar dua jam setelah serangan terjadi, tentara dan kepolisian setempat dengan senjata lengkap menyerbu museum tersebut. Baku tembak pun terjadi dan dua pelaku tewas ditembak tentara Tunisia. Para sandera lantas dibebaskan. (CNN/dtc/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru