Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

AS Pertimbangkan Serangan Udara di Tikrit

- Kamis, 26 Maret 2015 14:30 WIB
290 view
AS Pertimbangkan Serangan Udara di Tikrit
Baghdad (SIB)- Pemerintah Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan serangan udara dalam beberapa hari mendatang untuk membantu tentara Irak dan milisi Syiah, yang berusaha merebut Tikrit dari Negara Islam (IS).

Pernyataan itu dikemukakan setelah sebelumnya, pejabat AS menyatakan menyediakan dukungan pengintaian untuk pasukan Irak di Tikrit, keterlibatan pertama AS dalam gerakan tersebut.

Serangan udara ke wilayah dekat Tikrit "diduga dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi" dan dilakukan dalam hitungan hari hingga pekan, kata pejabat AS, yang namanya tidak mau disebutkan, kepada AFP, Selasa (24/3).

Menurut pejabat tersebut, pilihan dari segi diplomatik dan militer sedang dibahas dalam perundingan tersebut.

Bantuan udara itu dapat menolong pasukan Irak untuk melanjutkan pertempuran melawan tentara IS yang masih berlangsung di Tikrit, kota yang telah dikepung oleh pasukan Irak dan milisi Syiah namun belum dapat dikuasai sepenuhnya.

Terkait dengan serangan udara ini, pemimpin militer tertinggi di Provinsi Salahudin Letnan Jenderal Adulwahab al-Saadi, mengatakan bahwa mereka membutuhkan bantuan dukungan udara di Tikrit dan telah meminta menteri pertahanan Irak meminta hal itu kepada pasukan koalisi.

Tetapi, ketika dikonfirmasi lima hari kemudian, seorang juru bicara Pentagon mengatakan tidak pernah ada "permintaan untuk terlibat dalam operasi di Tikrit".

Sementara itu, menurut pejabat pasukan koalisi di Baghdad, mulai 21 Maret 2015 pihaknya telah memberikan bantuan intelijen dari pesawat pengintai untuk kepentingan perang di Tikrit.

Pejabat AS di Washington menyatakan pengintaian udara tersebut dalam rangka memberikan "mata di langit" untuk mengawasi musuh, yang datanya dapat dipergunakan oleh tentara Irak dan milisi Syiah yang didukung Iran.

Pengiriman pesawat pengintai dan rencana serangan udara AS di Tikrit menggambarkan bagaimana kerja sama tidak langsung antara AS dam Iran mengalami kemajuan, walau rasa tidak percaya membayangi hubungan kedua negara.

Dalam beberapa kesempatan, pemerintahan Presiden Barack Obama menyatakan pihaknya tidak akan bekerja sama secara militer secara langsung dengan pihak Iran.

Misi pengambilalihan Tikrit sendiri dimulai pada 2 Maret 2015 dan melibatkan ribuan tentara Irak, polisi dan pasukan dari unit "Popular Mobilisation" yang anggotanya didominasi dari kelompok Syiah.

Serangan itu berhasil merebut beberapa tempat strategis di sekitar Tikrit dan mengepung kelompok ekstremis tersebut di dalam kota.

Hingga akhir Maret 2015, operasi itu semakin sulit dilakukan karena para milisi IS bertahan dengan sejumlah besar bom yang ditanam di jalanan dan gedung. (Ant/AFP/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru