Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Ribuan Warga Singapura Mengantre di Jalanan untuk Melayat Lee Kuan Yew

- Kamis, 26 Maret 2015 14:33 WIB
228 view
Ribuan Warga Singapura Mengantre di Jalanan untuk Melayat Lee Kuan Yew
SIB/AP Photo/Joseph Nair
Ribuan warga Singapura memadati jalan yang dilalui kendaraan militer yang membawa peti jenajah mendiang Lee Kuan Yew meninggalkan Istana untuk diletakkan di Gedung Perlamen, Rabu (25/3).
Singapura (SIB)- Setelah dua hari disemayamkan di Istana Singapura, jenazah Lee Kuan Yew dipindahkan ke Gedung Parlemen agar bisa dilayat publik.

Ribuan orang rela mengantre di jalanan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang. Teriakan nama Lee Kuan Yew terdengar dari kerumunan warga yang menyaksikan jenazah almarhum memasuki kompleks Gedung Parlemen, yang ada di pusat distrik bisnis Singapura. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (25/3).

Jenazah Lee Kuan Yew akan disemayamkan di Gedung Parlemen hingga Sabtu (28/3) mendatang. Publik diberi kesempatan untuk melayat langsung dan memberikan penghormatan terakhir bagi bapak bangsa Singapura itu. Setelah itu, akan dilakukan acara pemakaman kenegaraan dan selanjutnya jenazah Lee akan dikremasi. Jenazah Lee Kuan Yew yang ditempatkan di dalam peti yang diselimuti bendera Singapura, dibawa dari Istana yang merupakan kantor PM Singapura Lee Hsien Loong menuju ke Gedung Parlemen Singapura.

Prosesi pemindahan tersebut dilakukan pukul 09.00 waktu setempat. Peti Lee dimasukkan ke dalam sebuah kotak kaca dan dibawa dengan menggunakan kereta, serta ditarik menggunakan sebuah mobil. Pasukan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) -- baik Angkatan Darat, Laut, darat dan kepolisian -- turut mengiringi proses pemakaman tersebut. Bendera Singapura, terlihat menyelimuti peti jenazah pria berusia 91 tahun itu. 8 Orang petugas membopong peti mati tersebut ke mobil jenazah. Jarak dari Istana ke Gedung Parlemen sepanjang dua kilometer. Mobil pembawa peti jenazah bergerak perlahan.

Prosesi pemindahan jenazah Lee Kuan Yew dari Istana ke Gedung Parlemen menarik perhatian publik. Beberapa ruas jalan terpaksa ditutup agar prosesi ini berjalan lancar. Tentara Singapura sibuk mengatur orang-orang yang ingin menyaksikan prosesi ini di pinggir jalan. Ratusan orang keluar dari kantor mereka untuk menyaksikan tayangan langsung prosesi pemindahan jenazah Lee Kuan Yew, di layar raksasa yang dipasang di pusat bisnis setempat.

Sedangkan ratusan orang lainnya mengantre di luar Gedung Parlemen, agar bisa melayat langsung Lee Kuan Yew. Antrean dilaporkan mencapai 2 kilometer, hingga ke jembatan yang ada di dekat Singapore River dan area Boat Quay, yang ada di sekitar Gedung Parlemen. "Banyak orang yang mengira beliau orang yang keras. Tapi untuk memimpin, Anda memang harus keras," ucap warga setempat, Mariam Mohammed (52) yang ikut mengantre di luar Gedung Parlemen.

Seorang tukang bunga yang berjualan di dekat antrean warga, menawarkan bunga gratis bagi orang-orang yang hendak melayat. "Ini kesempatan terakhir. Saya ingin bertemu dengan beliau secara langsung, untuk berterima kasih kepada beliau secara personal. Tapi saya harap beliau tahu bahwa kami berterima kasih atas semua yang dia lakukan," tuturnya. (Detikcom/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru