Berlin (SIB)- Kopilot pesawat Germanwings yang jatuh di pegunungan Alpen, Perancis, Andreas Lubitz kini menjadi sorotan karena disebut sengaja menjatuhkan pesawat. Polisi pun memeriksa apartemen Lubitz dan menjaga kediaman orangtuanya. Rumah orangtua Lubitz di Montabaur, Jerman ditutup sejak Kamis dan dijaga ketat oleh polisi. Hanya beberapa kelompok pria, diyakini merupakan tim investigasi, yang diizinkan masuk ke dalam rumah orangtua Lubitz.
Rumah orangtua Lubitz, yang berada di Jerman Barat ini adalah tempat Lubitz mengejar cita-citanya. Ia diketahui sangat menyukai dunia penerbangan sejak muda. Polisi juga menggeledah apartemen Lubitz di Dusseldorf. Kota itu letaknya sekitar 85 mil, atau 136 km dari rumah orangtuanya. "Kami mencari petunjuk tentang apa motivasi kopilot, jika ia memang menurunkan pesawat (hingga jatuh hancur)," kata juru bicara polisi kota setempat.
Para pejabat mengatakan, mereka masih kebingungan kenapa tudingan mengarah ke Lubitz. Seperti disebut sebelumnya, sosok berusia 28 tahun itu lolos tes psikologi saat dipekerjakan, dan tidak memiliki riwayat dengan terorisme. Karena itu, apa mungkin Lubitz sengaja menjatuhkan pesawat? Tapi, kata jaksa Marseille Brice Robin, kenyataan itulah yang terjadi. Ia menyatakan bahwa Lubitz sengaja menjatuhkan pesawat yang membawa 150 penumpang dan awak itu berdasarkan rekaman audio kotak hitam.
Dalam penggeledahan tersebut, polisi mengaku mendapatkan temuan signifikan. "Kami ingin mencari guna melihat apakah kami bisa menemukan sesuatu yang akan menjelaskan apa yang terjadi," tutur Markus Niesczery, pejabat kepolisian Dusseldorf, Jerman.
"Kami telah menemukan sesuatu yang kini akan dibawa untuk dites. Kami saat ini tak bisa mengatakan apa itu namun itu mungkin petunjuk yang sangat signifikan akan apa yang telah terjadi," imbuhnya seperti dilansir News.com.au, Jumat (27/3).
Sementara pihak maskapai Germanwings mengaku terkejut atas pemberitaan bahwa kopilot sengaja menjatuhkan pesawat. "Kami ngeri untuk menemukan hari ini bahwa pesawat yang jatuh di selatan Perancis tampaknya telah jatuh sengaja, mungkin oleh kopilot pesawat," demikian keterangan pihak Germanwings melalui situs resminya.
Germanwings menyebut, berdasarkan data audio dari kotak hitam pesawat itu, otoritas Perancis meyakini, setelah pesawat sampai ada ketinggian jelajah, kapten pilot meninggalkan kokpit sebentar. Saat hendak masuk lagi, pintunya terkunci.
"Tampaknya kopilot, yang telah tinggal di kokpit mencegah kapten masuk kembali dengan sepenuhnya mengunci pintu kokpit untuk kemudian memulai penurunan fatal pesawat," tulis Germanwings. "Semua karyawan Germanwings dan Lufthansa sangat terkejut. Kami tidak pernah bisa membayangkan bahwa tragedi seperti ini bisa terjadi dalam perusahaan kami," sambung Germanwings menyesali insiden pesawat Airbus bernomor penerbangan 4U9525 yang mengangkut 150 orang penumpang dan awak itu.
Germanwings meyakini bahwa kapten pilot pesawat nahas itu tidak terlibat. Maskapai ini mengatakan bahwa pilot mereka adalah yang terbaik di dunia. "Kejadian ini adalah insiden yang terisolasi sangat tragis," sebut Germanwings. "Kami berbagi dalam kesedihan, shock dan ketidakpahaman dari keluarga korban dan teman-teman dan jutaan orang lain," sambung Germanwings menegaskan.
Tidak Terkait Kelompok Teroris
Menanggapi hasil penyelidikan awal terkait jatuhnya pesawat Germanwings, Mendagri Jerman Thomas de Maiziere menegaskan bahwa Lubitz sama sekali tak terkait dengan jaringan teroris. Hal itu sesuai dengan data yang dimiliki oleh pemerintah Jerman. "Berdasarkan data terkini dari pemerintah dan setelah membandingkan informasi yang kami miliki, dia sama sekali tak punya latar belakang kegiatan yang berkaitan dengan terorisme," ungkap Maiziere.
Sementara itu Brice Robin tetap mempertahankan dugaannya. Dari rekaman kotak hitam yang peroleh, dia mengaku mendengar pilot menyerahkan kemudi kepada kopilot. "Terdengar suara kursi dimundurkan, kemudian suara pintu ditutup. Pilot mungkin pergi ke toilet," kata Robins seperti dilansir BBC. Pada saat itu tiba-tiba pesawat menurun drastis setelah si kopilot menekan tombol monitor penerbangan. "Tindakan itu bisa saja disengaja," tuding Robin.
Kanselir Angela Merkel pun angkat bicara atas tragedi penerbangan ini. "Bahwa kita harus menganggap bahwa penerbangan 9525 memang sengaja diaktifkan untuk kecelakaan," ungkap Merkel. Dia menyebut bahwa sulit untuk membayangkan kebenaran dari dugaan ini. Tetapi sudah banyak data yang mengindikasikan hal tersebut. "Ini sulit dipahami bagi kebanyakan orang. Tidak ada yang bisa membayangkan ini," imbuh Merkel.
Sementara itu Data Transponder memperlihatkan adanya seseorang yang mengatur ulang auto-pilot pesawat dari dalam kokpit. Pesawat yang sedang terbang di posisi 38.000 kaki itu langsung diturunkan menjadi 100 kaki menurut situs Flightradar24 yang dikutip CNN.
Berikan Semua Informasi
Sementara itu Prancis meminta Lufthansa memberikan semua informasi tentang kopilot, Andreas Lubitz. Lubitz (28) yang tak membuka kokpit dari dalam sehingga pilot terkunci dari luar, menurut Kepala Eksekutif Lufthansa Carsten Spohr, tengah berjuang keras dengan kesehatan mentalnya dan sedang mengambil cuti panjang dari pelatihan pilot.
Perdana Menteri Prancis Manuel Valls telah meminta kepada Lufthansa untuk memberikan semua informasi tentang Lubitz. Menurut Valls, Lufthansa harus memberikan informasi yang maksimal sehingga publik bisa mengetahui tentang aksi yang mengerikan ini. "Tak ada yang akan diabaikan sebelum investigasi ini berakhir," ujar PM Prancis Manuel Valls saat berbicara di televisi Prancis.
Surat kabar Jerman, Bild, mengatakan Lubitz sedang melalui krisis dalam hidupnya. Sedangkan surat kabar Der Spiegel mengatakan bahwa Lubitz sedang istirahat dari pelatihan pilotnya karena depresi. Kepala koresponden surat kabar online Jerman, Der Spiegel, Matthias Gebauer dalam tweetnya menulis bahwa teman sekolah kopilot tersebut mengatakan bahwa dari 2009, Lubitz sudah mengambil cuti panjang dari pelatihan pilot. Lubitz sebelum menjalani pendidikan sebagai pilot pada 2009, merupakan seorang pramugara di Lufthansa selama 8 bulan sebelum akhirnya menempuh pendidikan pilot. Dia kemudian menjadi first officer pada September 2013 di maskapai Jerman itu.
(Detikcom/d)