Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Usir 3 Pejabat Konsuler AS, Venezuela Tuding AS Promotor Kekacauan

- Selasa, 18 Februari 2014 14:14 WIB
581 view
Usir 3 Pejabat Konsuler AS, Venezuela Tuding AS Promotor Kekacauan
Caracas (SIB)- Presiden Venezuela Nicolas Maduro memerintahkan pengusiran tiga pejabat konsuler Amerika Serikat. Ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di negeri itu terkait aksi-aksi protes antipemerintah. Dalam pidatonya yang disiarkan stasiun televisi pada Minggu (16/2/2014) waktu setempat, Maduro tidak menyebutkan nama ketiga pejabat diplomatik AS tersebut. Namun Maduro menuduh ketiganya menyusup ke universitas-universitas Venezuela dengan dalih melakukan pekerjaan konsuler yang melibatkan visa pelajar. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (17/2).

Maduro juga mengatakan, duta besar Venezuela untuk Organisation of American States di Washington telah menerima telepon dari Departemen Luar Negeri AS. Isinya, peringatan bahwa penangkapan pemimpin oposisi Leopoldo Lopez akan mendatangkan konsekuensi internasional yang negatif bagi pemerintahannya. Ditegaskan Maduro, dirinya tak akan mentolerir ancaman-ancaman terhadap kedaulatan Venezuela. Sebelumnya, Maduro juga telah menuding pemerintah AS bekerja sama dengan oposisi dalam upaya menggulingkan pemerintahan sosialisnya. Washington membantah tudingan tersebut.

Venezuela tengah dilanda aksi-aksi demo antipemerintah yang telah berlangsung hampir dua pekan ini. Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada Sabtu, 15 Februari waktu setempat menyampaikan kekhawatiran atas apa yang disebutnya "kekerasan tak masuk akal" yang terjadi selama aksi-aksi demo di Venezuela. Kerry pun mengecam penahanan para demonstran antipemerintah oleh otoritas Venezuela.

TUDUH AS PROMOTOR KEKACAUAN

Venezuela menuduh Amerika Serikat sedang berusaha  "mempromosikan dan melegitimasi upaya  mengacaukan" demokrasi di negara itu, setelah hampir dua pekan  protes anti-pemerintah.

Sebuah pernyataan kementerian luar negeri mengatakan, pemerintah Presiden Nicolas Maduro dengan "tegas menolak pernyataan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, sejauh mereka mewakili manuver lain oleh pemerintah Washington" untuk mengerahkan pengaruh berlebihan di Caracas.

Langkah ini sangat merusak kredibilitas Washington di Amerika Latin.

Kerry bersuara memperingatkan pada Sabtu mengenai apa yang disebut "kekerasan tidak masuk akal" yang pecah selama protes di Venezuela dan sangat mengkritik penahanan demonstran anti-pemerintah.

Dengan pendukung dan penentang pemerintah kiri Maduro menggelar aksi unjuk rasa di Caracas, menyusul protes-protes  atas melonjaknya inflasi dan kelangkaan kebutuhan pokok, Kerry mengatakan dia sangat prihatin, terutama dikeluarkannya surat perintah  penangkapan untuk pemimpin oposisi Leopoldo Lopez.

"Tindakan ini berdampak buruk pada hak warga negara untuk mengekspresikan keluhan mereka secara damai," kata diplomat tertinggi AS itu dalam sebuah pernyataan.

Lopez pada Minggu menyerukan pawai protes besar dalam waktu 48 jam terhadap Departemen Kehakiman di Caracas.(AFP/dtc/Ant/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru