Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Bus Turis Dibom di Mesir, Tiga Jemaat Gereja Tewas

* Pemerintah Korsel dan Sekjend PBB Mengecam Keras
- Selasa, 18 Februari 2014 14:17 WIB
427 view
Bus Turis Dibom di Mesir, Tiga Jemaat Gereja Tewas
Seoul (SIB)- Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengungkapkan kemarahan dan keterkejutan atas pengeboman sebuah bus wisata di wilayah Sinai, Mesir. Tiga warga Korsel tewas dalam insiden itu. Bom menghantam bus tersebut di dekat perbatasan Mesir dengan Israel di wilayah Sinai Selatan pada Minggu, 16 Februari waktu setempat. Bus tersebut mengangkut 31 turis Korsel dan dua pemandu tur asal Korsel. "Kami terkejut dan marah atas pengeboman teroris pada bus tersebut... dan mengecam keras serangan itu," demikian Kementerian Luar Negeri Korsel dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (17/2/2014). Tiga warga Korsel yang terdiri dari dua pria dan seorang perempuan tewas dalam insiden itu. Sopir bus yang berkebangsaan Mesir, juga tewas. Sementara 14 orang lainnya terluka.

Para turis itu merupakan anggota jemaat sebuah gereja dari kota Jincheon, Korsel yang tengah mengikuti tur 12 hari ke Turki, Mesir dan Israel. "Kami percaya bahwa terorisme tak akan pernah dibenarkan dalam kondisi apapun dan tindakan tak manusiawi dan tak etis tersebut harus diberantas dengan semua cara," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Korsel.

Menurut Duta Besar Korsel untuk Mesir, Kim Young-So, pengeboman itu tampaknya merupakan aksi bunuh diri. "Seorang pria Mesir berumur 20-an tahun tiba-tiba naik ke bus dan meledakkan bom... tampaknya itu bom bunuh diri oleh seorang teroris," tutur Kim pada stasiun televisi Korsel, MBN TV.

Atas kejadian ini, pemerintah Korsel mengeluarkan larangan bepergian ke wilayah Sinai dan Teluk Aqaba. Warga Korsel yang tinggal di wilayah Mesir lainnya juga diserukan untuk ekstra hati-hati.

Sekjen PBB Mengecam Keras
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengecam keras serangan bom mematikan di wilayah Sinai, Mesir. Serangan itu menewaskan empat orang termasuk tiga turis Korea Selatan (Korsel). "Dia (Ban) menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga para korban dan pemerintah Mesir dan Republik Korea. Dia menyerukan agar para pelaku diseret ke pengadilan," demikian pernyataan Ban yang disampaikan juru bicaranya seperti dilansir News.com.au, Senin (17/2).

Serangan bom menghantam sebuah bus wisata di dekat perbatasan Mesir dengan Israel di wilayah Sinai Selatan pada Minggu, 16 Februari waktu setempat. Bus tersebut mengangkut 31 turis Korsel dan dua pemandu tur asal Korsel.

Tiga turis Korsel yang terdiri dari dua pria dan seorang perempuan tewas dalam insiden itu. Sopir bus yang berkebangsaan Mesir, juga tewas. Sementara sedikitnya 30 orang dilaporkan terluka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. "Ada potongan-potongan tubuh dan jasad-jasad. Saya melihat satu jasad pria yang tampaknya orang Korea, dengan sebelah kakinya hilang," ujar seorang dokter yang mengelola sebuah klinik di wilayah Sinai.

Belakangan ini, serangan-serangan berdarah kerap terjadi di wilayah Sinai. Sebelumnya pada 3 Februari lalu, tiga warga sipil terluka dalam serangan terhadap sebuah bus yang mengangkut para tentara Mesir di kota Rafah, yang berbatasan dengan Jalur Gaza. Pada 19 Agustus 2013 lalu, para militan menyerang konvoi polisi di wilayah Sinai utara. Sedikitnya 25 polisi tewas dalam peristiwa itu. (AFP/dtc/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru