Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Buntut Konflik Korsel-Korut, Kim Jong-un Pecat Pejabat Militer

- Minggu, 30 Agustus 2015 15:10 WIB
311 view
Buntut Konflik Korsel-Korut, Kim Jong-un Pecat Pejabat Militer
Pyongyang (SIB)- Kim Jong-un menyebut perjanjian baru antara Korea Utara dan Korea Selatan sebagai kesempatan bersejarah yang membuka jalan untuk memulihkan ketegangan militer dan membaiknya hubungan kedua negara. Pada saat yang sama, seperti dilansir The Guardian, Jumat (28/8), media Korea Utara juga mengumumkan bahwa Kim telah memecat beberapa pejabat Komisi Militer Pusat Negara.

Pyongyang tidak memberikan alasan untuk pemecatan itu, tetapi analis mengatakan itu bisa dikaitkan dengan ledakan ranjau darat yang membuat cacat tentara Korea Selatan dalam zona demiliterisasi di sepanjang perbatasan mereka yang dijaga ketat.

Sebelumnya Korsel menyalahkan Korut atas insiden itu, tetapi rezim Kim menyangkalnya. Hal ini pula yang memunculkan ketegangan di antara kedua negara. Baik Korsel maupun Korut saling menembakkan artileri dan mengancam melakukan serangan lebih lanjut satu sama lain, sementara Seoul melanjutkan siaran propaganda atas pemerintahan otoriter Kim. Namun, kedua belah pihak pada Selasa lalu sepakat untuk mengakhiri kebuntuan dan membuka saluran baru untuk berdialog dengan tujuan meningkatkan hubungan.

Pada Jumat kemarin, Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan Palang Merah telah mengirim pesan ke Korut dan mengusulkan pembicaraan di perbatasan Panmunjom pada 7 September mendatang untuk membahas reuni keluarga yang terpisah.

Sesuai dengan kesepakatan pada Selasa lalu, ada pakta untuk mengadakan reuni keluarga yang terpecah selama Perang Korea 1950-1953. Banyak dari warga kedua Korea yang sudah tua dan berharap untuk melihat anggota keluarga mereka yang hilang untuk terakhir kalinya.

Hampir 130 ribu warga Korea Selatan yang mencari anggota keluarga mereka di Utara telah terdaftar di pemerintahan Seoul. Sekitar 66 ribu diantaranya masih hidup, sebagian besar berusia 70 atau lebih, menurut data Kementerian Unifikasi. Sekitar 18.800 orang telah bertemu kembali selama tiga hari dalam reuni yang diselenggarakan Korsel dan Korut, namun reuni itu terjadi sebagian besar sebelum tahun 2000.(VoA/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru