Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Bom Bunuh Diri Hantam Pasar Afganistan, 15 Tewas

- Rabu, 19 Maret 2014 11:27 WIB
406 view
 Bom Bunuh Diri Hantam Pasar Afganistan, 15 Tewas
Kabul (SIB)- Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu pasar di Maimana, Provinsi Faryab, Afghanistan, Selasa (18/3/2014). Menewaskan sedikitnya 15 warga sipil. Serangan mematikan ini terjadi menjelang pemilihan umum presiden pada tiga pekan mendatang.

Berdasarkan keterangan Metro Tv, Gubernur Faryab Mohammadullah Patash mengatakan, pelaku mendekati lokasi dengan menggunakan semacam kendaraan kecil. Setelah berhasil melewati pos pemeriksaan, dia meledakkan bom di tengah kerumunan.

"Ledakan bom tersebut, juga menyebabkan 23 orang cedera, bom bunuh diri itu terjadi di pasar di tengah Kota Maymana, Selasa, 18 Maret 2014," ucap Batash.

Dia menambahkan, ledakan itu terjadi di bundaran utama yang sangat ramai. Bomber menggunakan bajaj dikemas dengan bahan peledak. Sebanyak 15 korban tewas adalah warga sipil atau pedagang kaki lima.

Seperti diwartakan AP, sedikitnya 15 orang tewas di tempat kejadian dan puluhan lainnya terluka. Mereka semua dilarikan ke rumah sakit terdekat. Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim atas serangan tersebut.

Sementara itu, laman Al-Jazeera melaporkan belum ada satu pun yang mengaku bertanggung jawab atas insiden ledakan yang terjadi di ibu kota Provinsi Faryab tersebut. Namun aksi ledakan itu berlangsung di kawasan Taliban dan aliansi kelompok-kelompok bersenjata.

Taliban berkali-kali melancarkan ancaman kekerasan saat pemilu 5 April 2014. Pada pemilu ini, rakyat Afganistan akan memilih presiden menggantikan Hamid Karzai guna memimpin negara yang bakal ditinggalkan oleh pasukan asing sekaligus untuk mengakhiri misi tempur pada akhir 2014.

Beberapa pejabat pemerintah menerangkan bahwa aksi ledakan itu dilakukan oleh penyerang dengan cara mendekati pos penjagaan pintu masuk pasar di Maymana, ibu kota Provinsi Faryab. "Selanjutnya pelaku meledakkan diri dengan bom yang terpasang," ucap pejabat yang tak disebutkan namanya.

Kepala Kepolisian Provinsi, Toryalai Adyan, dan petugas rumah sakit memberikan angka yang sama soal jumlah korban tewas. (DIK4/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru