Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

AS Tegaskan Hubungan Militernya dengan Arab Saudi Tetap Kuat

- Sabtu, 22 Maret 2014 12:23 WIB
345 view
AS Tegaskan Hubungan Militernya dengan Arab Saudi Tetap Kuat
Washington (SIB)- Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel menegaskan hubungan militer AS dengan Arab Saudi tetap kuat kendatipun ada perbedaan menyangkut kebijakan Washington tentang Iran dan Suriah. Kendatipun Hagel menjelaskan kepada Pangeran Salman bi Sultan bahwa AS akan melakukan diplomasinya dengan Iran, ia menegaskan tentang pentingnya kerja sama militer AS-Arab Saudi.

Arab Saudi sangat berkeberatan pada usaha-usaha Washington dan negara-negara lainnya untuk merundingkan satu perjanjian dengan Iran menyangkut program nuklirnya, tetapi "Hagel menegaskan sikap kami pada Iran tidak berubah," kata pejabat senior AS itu yang berbicara tanpa bersedia namanya disebutkan.

Pejabat itu mengatakan kedua pemimpin militer itu membicarakan ketegangan-ketegangan di kalangan negara-negara Teluk, di mana Qatar membuat marah Riyadh dan anggpta-anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) lainnya menyangkut dukungannya kepada Ikhwanul Muslimin  di kawasan itu dan kelompok-kelompok garis keras di Suriah.

"Kedua pemimpin itu menegaskan kuatnya hubungan AS-Arab Saudi, dengan Hagel menekankan komitmen AS pada keamanan di kawasan itu," kata juru bicara Pentagon Laksamana Muda John Kirby kepada wartawan. Mereka juga membicarakan tantangan-tantangan regional dan pentingnya kerja sama regional dalam menangani masalah-masalah keamanan.

Pangeran Salman sebelum bertemu dengan Wakil Menlu AS William Burn dalam kunjungan pertamanya ke Washington sejak menjabat wakil menteri pertahanan, Agustus. Putra dari putra mahkota menteri pertahanan Sultan bin Abdul Aziz yang meninggal tahun 2011, sebelumnya bertugas di kedutaan besar Arab Saudi di ibu kota AS.

Pembukaan perundingan diplomatik pemerintah Presiden Barack Obama dengan Iran dan keengganannya melakukan intervensi dalam konflik Suriah membuat frustrasi para pemimpin Arab Saudi dan menyebabkan ketegangan-ketegangan yang serius dalam aliansi  strategis puluhan tahun itu.

Arab Saudi mengeluarkan miliaran dolar setiap tahun untuk kembali senjata-senjata AS tetapi para pejabat mengatakan tidak ada perjanjian khusus soal senjata dibicarakan dalam perundingan Kamis itu. Pemerintah AS menyetujui  penjualan senjata seharga lebih dari 86 miliar dolar kepada Arab Saudi sejak tahun 2010, termasuk  satu armada jet tempur F-15, helikopter tempur Apache dan sejumlah rudal, baterai-baterai Patriot dan perangkat keras lainnya. (Ant/AFP/f)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru