Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Serangan Teror Baru Sedang Direncanakan di Prancis dan Eropa

* Irak Sebut AS, Prancis, dan Iran Termasuk Target Penyerangan
- Selasa, 17 November 2015 11:35 WIB
214 view
Serangan Teror Baru Sedang Direncanakan di Prancis dan Eropa
Paris (SIB)- Otoritas Prancis yakin bahwa serangan-serangan teror baru sedang direncanakan di Prancis dan negara-negara Eropa lainnya. Keyakinan ini disampaikan Perdana Menteri (PM) Prancis Manuel Valls menyusul serangan teror di Paris, Prancis pada Jumat (13/11) waktu setempat. "Kami tahu bahwa operasi sedang direncanakan dan sedang dipersiapkan, bukan hanya terhadap Prancis namun juga negara-negara Eropa lainnya," ujar Valls seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (16/11). Dikatakan Valls, Prancis akan hidup dalam ancaman serangan-serangan teror untuk waktu yang lama.

Valls menuturkan, dirinya terpukul oleh fakta bahwa orang-orang muda telah menjadi target dalam serangan Jumat (13/11) lalu di gedung konser, bar-bar dan restoran serta di luar stadion Stade de France yang menewaskan lebih dari 100 orang. "Sekali lagi para teroris telah menyerang Prancis, rakyat Prancis, kaum muda. Banyak orang muda yang tewas," tandas Valls.

Sejauh ini, para penyelidik Prancis telah menemukan 3 pucuk senapan otomatis jenis Kalashnikov dalam satu mobil yang ditemukan di Montreiul, Paris. Senjata itu dipercaya digunakan oleh para teroris dalam penyerangan. Pengebom pertama yang meledakkan diri di stadion sepak bola Stade de France berkewarganegaraan Suriah. Dia diketahui merupakan migran yang tiba di Pulau Leros, Yunani, pada 2 Oktober 2015. Orang tersebut memegang paspor darurat atas nama Ahmad al-Mohammed. Sidik jari pada paspor itu cocok dengan pengebom di Stade de France. Dua pengebom lainnya disebut memegang paspor palsu dari Turki.

AS, Prancis dan Iran Termasuk Target Penyerangan
Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim Al-Jaafari mengatakan, intelijen negaranya menginformasikan adanya indikasi bahwa Prancis, Amerika Serikat dan Iran merupakan negara yang menjadi target penyerangan kelompok jihad. Dia tidak menjelaskan lebih jauh soal target tersebut. Namun, pernyataan itu muncul setelah serangan di Paris yang menewaskan lebih dari 100 orang.

"Informasi diperoleh dari sumber-sumber intelijen Irak bahwa negara-negara yang akan ditargetkan, sebelum terjadi, adalah Eropa pada umumnya, khususnya Prancis serta Amerika dan Iran," kata Jaafari di sela-sela pembicaraan untuk mengakhiri perang di Suriah, di Wina, Sabtu (14/11), seperti dikutip Reuters.

Ia mengatakan, sejumlah negara telah diberi tahu. Sebuah video yang berisi komentarnya pun telah di-posting di website-nya. Meskipun tidak merinci ancaman itu dari militan ISIS yang menguasai daerah Irak dan Suriah, Jaafari mengatakan, diperlukan respons global terhadap kelompok jihad pasca-serangan yang baru-baru ini terjadi di Mesir, Lebanon dan Prancis.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan teror di Paris. BBC melaporkan, Sabtu (14/11), pernyataan resmi dirilis ISIS dalam bentuk tulisan dan audio melalui kanal resmi kelompok militan itu. Pada pernyataan yang dirilis dalam dua bahasa, yaitu Arab dan Perancis itu, ISIS menyatakan bahwa delapan pejuang yang disebut sebagai saudara itu dipersenjatai dengan rompi berbahan peledak dan senapan. Kedelapan orang itu disebut telah memilih dengan hati-hati lokasi serangan di jantung ibu kota Perancis tersebut. ISIS juga menyebut Paris sebagai ibu kota kebencian dan penyimpangan. (AFP/dtc/kps.com/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru