Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Australia Identifikasi 12 Orang Mampu Lakukan Serangan Teror

- Selasa, 24 November 2015 13:32 WIB
190 view
Australia Identifikasi 12 Orang Mampu Lakukan Serangan Teror
Australia (SIB)- Sebanyak 12 pria baik dewasa maupun remaja diidentifikasi memiliki kemampuan melakukan serangan teror di dalam masyarakat Australia saat ini. Serangan itu bisa berupa aksi pembunuhan secara acak. Demikian diungkapkan Kepala Satuan Pemberantasan Terorisme pada Kepolisian Australia (AFP), Neil Gaughan, kepada Program Four Corners yang disiarkan ABC, Senin (23/11).

Ke-12 orang ini merupakan bagian dari kelompok yang terdiri atas 19 orang, tujuh di antaranya sedang berada dalam penjara. Menurut catatan ABC, lebih dari 30 orang telah dibawa ke pengadilan dengan tuntutan terkait terorisme, sejak digelarnya Operation Appleby pada September 2014. Operasi ini merupakan yang terbesar yang pernah dilaksanakan di Australia. Umumnya orang yang dituntut tersebut telah menjadi sasaran penyelidikan polisi sebelumnya.

Neil Gaughan menjelaskan, semua orang dalam kelompok ini telah berada dalam pengawasan ketat pihak berwajib. "Tidak diragukan lagi adanya kelompok kecil di Sydney yang terlibat dalam aktivitas yang ingin merusak tatanan hidup di Australia," jelas Assistant Commissioner Gaughan.

"Dari rangkaian penggerebekan dalam operasi Appleby ada satu orang yang ditangkap dengan melibatkan jumlah polisi yang sangat banyak," katanya. "Sejak itu, 10 orang lainnya yang turut ditangkap dan kini berada dalam tahanan atau sedang menghadapi pengadilan," tambah Gaughan.

Sejumlah orang di antara kelompok ini berada dalam pengawasan ketat karena polisi percaya adanya "risiko mereka akan melakukan serangan teror". Pada bulan Maret tahun ini, pihak berwajib memberlakukan pengawasan terhadap tersangka teroris bernama Ahmad Saiyer Naizmand.

Naizmand (20) terbukti menggunakan paspor saudaranya dalam mencoba meninggalkan Australia tahun lalu namun diberhentikan di Dubai dan dipulangkan ke Sydney oleh AFP. Di bawah pengawasan ini, Naizmand dilarang melakukan kontak dengan 18 pria, dua di antaranya dituduh terkait dengan penembakan pegawai kepolisian Curtis Cheng di Parramatta oleh Farhad Jabar.

Percakapan telepon yang berhasil disadap polisi dan memicu digelarnya operasi Appleby tahun lalu, mengungkapkan bahwa kelompok ini sedang mencari orang yang siap melakukan aksi bunuh diri. Namun diketahui, kelompok ini kesulitan untuk menemukan orang yang tepat gara-gara adanya pengawasan polisi yang ketat. Menurut dokumen yang diperoleh ABC, terungkap bahwa Mohammad Ali Baryalei, yang merupakan perekrut anggota kelompok teroris ISIS, mengatakan, "Kita ingin melaksanakan hal ini dan saya ingin agar dilaksanakan terus-menerus".

Seorang tersangka yang tak disebutkan namanya dengan alasan hukum, dituduh menyampaikan ke Baryalei bahwa mereka telah menemukan jalan keluar. "Apa yang disarankan oleh boss kita ini adalah agar serangan itu dilakukan oleh seorang jahil," katanya.

Jahil adalah kata dalam bahasa Arab yang artinya, "orang dungu", yang mungkin juga merujuk kepada anak remaja di bawah umur. Deputi Komisioner Kepolisian NSW Catherine Burn mengatakan, sejumlah anggota kelompok ini menarget anak remaja. "Kita menghadapi sekelompok kecil orang yang mengalami radikalisasi dan mengarahkan hal itu menjadi kekerasan ekstrim," jelasnya.

Seorang pakar pemberantasan terorisme Shandon Harris-Hogan menjelaskan, ideologi ekstrim yang diusung kelompok ini bisa dilacak kaitannya dengan rencana serangan teroris di Australia sejak lama, seperti operasi Pendennis. "Kebanyakan individu yang terkait di sini memiliki hubungan keluarga atau pertemanan," katanya.

Menurut polisi, otak di balik rencana Pendennis, yaitu Abdul Nacer Benbrika, masih tetap memiliki pengaruh. "Kita tidak bisa mengabaikan pengaruh dari orang seperti Benbrika," kata Gaughan. "Sejumlah orang yang pergi ke Suriah dan Irak mengunjungi Benbrika sebelum mereka berangkat," tambahnya. Menurut Harris-Hogan, kecil kemungkinannya jika Farhad Jabar menjadi radikal tanpa pengaruh orang lain. (ABCAustralia/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru