Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Bom Ledakkan Bus Pengangkut Paspampres Tunisia, 12 Orang Tewas

- Kamis, 26 November 2015 14:25 WIB
376 view
Bom Ledakkan Bus Pengangkut Paspampres Tunisia, 12 Orang Tewas
SIB/VoA
Seorang warga berjalan di dekat bis yang hancur di Tunis, Rabu (25/11) akibat ledakan bom. Presiden Tunisia menyatakan keadaan darurat dan memberlakukan jam malam di ibukota Tunis, menyusul serangan terhadap bus pengawal kepresidenan Tunisia yang menewask
Tunis (SIB)- Satu bom meledakkan bus angkutan pasukan pengaman presiden Tunisia. 12 Orang dilaporkan tewas dan 16 lainnya luka-luka. Diberitakan AFP, Rabu (25/11), sumber dari pihak keamanan Tunisia mengatakan ledakan itu menewaskan hampir semua tentara yang berada di dalam bus tersebut.

Pihak Istana Kepresidenan Tunisia mengatakan ledakan itu menewaskan 14 orang, lalu kemudian meralatnya dengan informasi dari Kementerian Dalam Negeri Tunisia yang menyebut 12 orang tewas. Saksi mata menyebutkan ledakan itu menghancurkan sebagian dari bus. Polisi, ambulans dan pemadam kebakaran saat ini berada di sekitar lokasi kejadian. Banyak pihak yang berkabung atas ledakan ini.

Pemerintah Tunisia pun memberlakukan keadaan darurat dan meningkatkan pengamanan di sekitar ibukota Tunis menyusul serangan tersebut.

Para tentara dan polisi bersenjata lengkap berpatroli di jalan-jalan Tunis dan mendirikan pos-pos pemeriksaan guna memeriksa kendaraan-kendaraan dan para pejalan kaki.

Ledakan bom yang terjadi di dalam bus pengawal kepresidenan pada Selasa (24/11) waktu setempat, merupakan serangan besar ketiga di Tunisia tahun ini. Sebelumnya, serangan penembakan terjadi di Sousse pada Juni lalu dan di Bardo Museum, di Tunis pada Maret, yang keduanya diklaim oleh kelompok radikal ISIS. "Ini serangan tipe baru yang menargetkan martabat negara, seperti simbol pengawal kepresidenan," ujar pejabat keamanan kepresidenan Hichem Gharbi seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (25/11). "Kami sedang menghadapi tantangan nyata dengan serangan persis di pusat kota," imbuhnya.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim mendalangi ledakan bom yang terjadi di jalan utama ibukota Tunisia itu. Sumber kepresidenan mengatakan, dalam insiden itu, seorang pengebom bunuh diri di dalam bus meledakkan sabuk bom yang dipakainya. Saat kejadian, para pengawal kepresidenan baru naik ke bus yang akan membawa mereka ke istana kepresidenan untuk bertugas. Presiden Beji Caid Essebsi mengadakan rapat keamanan nasional guna membahas serangan tersebut. (AFP/dtc/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru