Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Pemimpin Stasiun TV Dibunuh, Kedubes AS Ingatkan Kemungkinan Serangan di Kabul

- Selasa, 01 Desember 2015 12:42 WIB
250 view
Pemimpin Stasiun TV Dibunuh, Kedubes AS Ingatkan Kemungkinan Serangan di Kabul
Kabul (SIB)- Amerika Serikat mengingatkan adanya serangan dalam waktu dekat di Kabul, Afghanistan dalam dua hari mendatang. Peringatan ini disampaikan di tengah dimulainya kembali upaya-upaya resmi untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai dengan Taliban yang mandek.

Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Kabul pun mengeluarkan peringatan bagi warga negara Amerika di Kabul untuk sangat berhati-hati selama periode "meningkatnya ancaman ini". Namun pihak Kedubes tidak menjelaskan lebih detail mengenai kemungkinan target serangan ataupun metode serangan.

"Kedubes AS di Kabul telah menerima laporan kredibel mengenai serangan dalam waktu dekat di Kabul... dalam waktu 48 jam mendatang," demikian peringatan yang diposting Kedubes AS di situsnya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (30/11). "Situasi keamanan di Afghanistan sangat tidak stabil, dan ancaman bagi seluruh warga negara AS di Afghanistan tetap kritis," demikian statemen Kedubes AS.

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah beberapa orang bersenjata membunuh pemimpin stasiun televisi swasta, Asia Television Channel, di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Minggu (29/11), demikian laporan media lokal Afghanistan. Menurut laporan media setempat, sebagaimana dikutip Xinhua, beberapa orang yang tak dikenal di Wilayah Karta-e-Naw membunuh Amanullah Ataee, Direktur Pelaksana Asia Television Channel pada Minggu malam. Namun, polisi belum mengeluarkan komentar tentang peristiwa tersebut. Sementara itu, lebih dari 36 saluran televisi swasta telah beroperasi di Afghanistan.

Kedubes AS memang kerap mengeluarkan peringatan serupa. Namun peringatan terbaru ini disampaikan seiring akan bertemunya para pemimpin Afghanistan dan Pakistan di sela-sela konferensi PBB di Paris, Prancis. Pertemuan antara Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani tersebut bisa menjadi langkah pertama untuk melanjutkan kembali pembicaraan damai dengan Taliban yang dimediasi Pakistan.
Pakistan yang memiliki pengaruh cukup besar atas militan Taliban, menggelar putaran pertama negosiasi damai pada Juli lalu. Namun pembicaraan itu mandek setelah Taliban mengkonfirmasi kematian pemimpin mereka Mullah Omar. Pemerintah AS dan China telah mendesak dimulainya kembali pembicaraan damai tersebut. Namun ketegangan hubungan antara Islamabad dan Kabul telah mempersulit upaya tersebut.  (AFP/dtc/Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru