Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Seratusan Mahasiswa UNPRI Asal Nias Dikeluarkan Akibat Menunggak Uang Kuliah

- Selasa, 24 Mei 2016 22:14 WIB
2.106 view
Seratusan Mahasiswa UNPRI Asal Nias Dikeluarkan Akibat Menunggak Uang Kuliah
SIB/ Ist
Mohon sabar : Dalam RDPU di DPRD Nisel, Selasa (17/5), Bupati Hilarius perintahkan Dinkes memohon sabar uang kuliah ke UNPRI.
Nisel (SIB)- Rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara Pemkab Nisel, anggota DPRD Nisel dan orangtua mahasiswa Kesehatan di Universitas Prima Indonesia  (UNPRI) yang dikeluarkan karena tunggakan uang kuliah, berlangsung di DPRD Nisel, Selasa (17/5).

Ketua DPRD Sidi Adil Harita yang memimpin rapat meminta keterangan eksekutif, musabab dikeluarkannya mahasiswa asal Nisel yang kuliah dengan anggaran daerah.

Kadis Kesehatan Murniati Dachi M MKes menerangkan, minggu lalu mahasiswa kedokteran dan kebidanan yang dibiayai APBD Nisel telah dikeluarkan dari asrama dan tidak diperbolehkan mengikuti  perkuliahan karena tunggakan keuangan kampus.

Tambah Murniati, pihak kampus sudah beberapa kali menyurati Pemkab Nisel, namun belum dibalas. Ia berharap Bupati Nisel membalas surat untuk meyakinkan UNPRI, serta menjamin keberlanjutan program beasiswa.

Bupati Hilarius Duha mengatakan saat ini kondisi keuangan Pemkab Nisel belum memungkinkan melakukan pembayaran dengan alasan APBD belum disahkan.

Hilarius meminta Dinkes menyampaikan permohonan keterlambatan pembayaran ke pihak UNPRI. "Dinkes segera minta tolong kepada pihak UNPRI untuk memahami kondisi keuangan," ujar Hilarius seraya mengharapkan DPRD turut mencari jalan keluar.

Dalam pertemuan itu bupati sempat menyinggung dana beasiswa perlu diaudit BPK.

Sementara itu, anggota DPRD, Yurisman Laia SH mendukung adanya proses audit terhadap pendidikan gratis. DPRD katanya telah mensurvei mahasiswa serta pendanaan dan banyak ditemukan kejanggalan.  "Supaya tidak selalu menjadi perdebatan, dana beasiswa kesehatan harus diaudit oleh BPK RI," katanya. (A33/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru