Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Maret 2026

Kementerian Agama Lakukan Langkah Strategis Membina Kerukunan Umat Beragama

- Minggu, 12 Januari 2014 18:28 WIB
1.481 view
Kementerian Agama Lakukan Langkah Strategis Membina Kerukunan Umat Beragama
SIB/Int
Ilustrasi
Rantauprapat (SIB)- Dalam pembinaan kerukunan intern dan antarumat beragama, Kementerian Agama  melakukan langkah strategis. Langkah itu antara lain membudayakan kerukunan dengan pendekatan sosiologis dan kultural.

Demikian antara lain isi pidato tertulis Menteri Agama pada Peringatan Hari Amal Bakti ke-68 tahun 2014 yang dibacakan Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD, Jum’at (3/1), di Lapangan Ikabina Rantauprapat.

“Kita patut gembira dan bersyukur bahwa kerukunan beragama Indonesia menjadi model yang layak dicontoh Negara lain. Kemerdekaan beragama tidak diragukan lagi dan merupakan prinsip dasar yang kita junjung tinggi, tetapi penodaan agama dan penyalahgunaan kebebasan beragama yang tanpa batas tidak dapat dibenarkan dari segi hukum, konstitusi dan hak asasi manusia,” sebut Menteri Agama Suryadarma Ali.

Menurutnya, dalam tata kelola organisasi dan sumber daya manusia, Kementerian Agama telah menjalankan reformasi birokrasi menuju terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance).

Untuk itu kita melakukan perbaikan system, mengefektifkan pengendalian internal serta melakukan assesmen sumber daya manusia sehingga terdapat keseimbangan yang ideal antara kompetensi pegawai dan beban tugas menuju standar  renumerasi.

Pada aspek tata kelola keuangan dan pelaksanaan anggaran, sejak beberapa tahun terakhir kita mampu meraih dan mempertahankan predikat hasil audit BPK dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

 Kementerian Agama juga telah mencanangkan Zona Integritas dan Wilayah Bebas Korupsi, dimana hal itu saya minta menjadi gerakan massif yang dilaksanakan secara konsisten di semua satuan unit kerja pusat, daerah dan perguruan tinggi.

“Saya berharap kepada jajaran pimpinan dan pegawai Kementerian Agama di seluruh tanah air supaya meningkatkan efektivitas dari system yang telah kita bangun bersama dan menutup celah-celah yang memungkinkan timbulnya perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme,” sebut Menag.

Disamping itu Menag juga mengingatkan kepada seluruh pegawai Kementerian Agama pada posisi dan jabatan apapun, wajib menciptakan birokrasi yang bersih serta bekerja dengan jujur, cerdas dan ikhlas.

Pada akhirnya Menteri menekankan bahwa lingkungan kerja Kementerian Agama harus bersih dari ego sektoral dan hegemoni golongan, karena hal itu dapat merusak sitem birokrasi yang netral dan profesional.

 Resepsi
Pada acara resepsi HAB ke-68, Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu berlangsung di halaman Kantor Kemenag. Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar,  dalam arahannya mengatakan dan mengucapkan terimaksih kepada seluruh staf dan jajaran Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu yang telah mendukung dan mensukseskan pelaksanaan Labuhanbatu Mengaji dan Pelatihan Bilal Mayit di wilayah Kabupaten Labuhanbatu.
 Menurut Tigor, dirinya telah membuat keadilan secara profesional kepada semua umat beragama di Kabupaten Labuhanbatu.

“Namun saya sangat mengharapkan pengertian umat beragama lainnya, sebab pemeluk agama islam lebih banyak jumlahnya di Labuhanbatu, pasti lebih banyak perhatiannya,” terang suami dr Hj Fitra Laila SpTHT.

HAB ini juga dihadiri antara lain, Ketua DPRD Hj. Ellya Rosa Siregar, unsur pimpinan daerah, Plt Sekdakab H Ali Usman Harahap, SH, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu dr Hj Fitra Laila SpTHT, Kepala SKPD dan Kakan Kemenag Labuhanbatu. (D11/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru