Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Maret 2026

Mahasiswa Demo Dinas PU dan Kantor Bupati Asahan, Soroti Lambatnya Pembangunan Infrastuktur

- Kamis, 27 Oktober 2016 22:14 WIB
478 view
Mahasiswa Demo Dinas PU dan Kantor Bupati Asahan, Soroti Lambatnya Pembangunan Infrastuktur
SIB/Frangky Simarmata
Koordinator aksi Lingkaran Mahasiswa Asahan (Lima) Husni Mustofa saat berorasi menyampaikan tuntutan masyarakat terkait lambatnya pembangunan Infrastuktur di depan kantor Dinas PU Asahan.
Kisaran (SIB)- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Mahasiswa Asahan (Lima) menggelar aksi demo di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan kantor Bupati Asahan, Rabu (26/10). Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan atas pelaksanaan program pembangunan infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum  yang terlambat dan nyaris tidak terlaksana, padahal masa satu tahun anggaran tinggal 2 bulan lagi.

Menurut mahasiswa, banyak rencana pembangunan yang dilaksanakan melalui metode lelang sampai saat ini belum berjalan maksimal. Terjadinya tarik menarik terkait siapa yang akan dimenangkan atau siapa yang dikalahkan. Bahkan, beberapa proyek yang proses lelangnya sudah selesai dan pemenangnya sudah ditetapkan oleh Pokja sampai hari ini belum bisa mulai dikerjakan karena PPK belum mengeluarkan Surat Penunjukan Pengadaan Barang/Jasa (SPPBJ). Tentunya SPPBJ yang tidak dikeluarkan itu mengakibatkan pelaksanaan pembangunan terhambat," ujar mahasiswa.

Koordinator aksi Lima Husni Mustofa dalam orasinya juga mengatakan, pelaksanaan lelang barang dan jasa sering terjadi tarik menarik kepentingan. "Sebab, sering kita dengar ada upeti yang mungkin diberikan oleh pihak ketiga dengan tujuan agar bisa dimenangkan untuk mendapatkan proyek-proyek tertentu." Hal ini, katanya bisa jadi sebelum dilaksanakan proses lelang terjadi pengondisian melalui oknum-oknum yang memiliki kewenangan seperti Pokja, PPK dan Kepala Dinas atau perantara lainnya. "Jika ini benar terjadi maka sesungguhnya inilah penyebab kegaduhan dalam setiap kali tender dilakukan dan berakibat rendahnya kualitas pekerjaan yang dikerjakan," teriak Husni Mustofa.

Massa mahasiswa meminta PPK untuk menjelaskan apa alasannya tidak mengeluarkan SPPBJ terhadap pemenang lelang yang sudah ditetapkan Pokja dan meminta Bupati Asahan bertanggung jawab atas tidak maksimalnya serapan anggaran sehingga terhambatnya pembangunan yang sudah ditetapkan serta mengevaluasi PPK/PA, Pokja dan lainnya yang terlibat persekongkolan menjadi pemicu terhambatnya pembangunan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Asahan Adi Huzaifah kepada pengunjuk rasa mengatakan, bahwa belum dikeluarkannya SPPBJ bukan karena ada hal-hal yang lain, akan tetapi surat berita acara hasil pelelangan belum masuk ke pihaknya.

Pantauan SIB, setelah mendengar jawaban dari Sekretaris Dinas PU, massa mahasiswa melanjutkan aksi ke kantor Bupati Asahan, namun tidak ada yang menerima. Para Mahasiswa yang mencoba masuk ke kantor bupati mendapat pengawasan dari personil Satpol PP dan Polres Asahan. Tidak diizinkan petugas Satpol PP dan Polres Asahan untuk melakukan sweeping ke dalam, mahasiswa pun kemudian membubarkan diri. (D06/f)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru