Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

Petugas Lapas Kelas II Pematangsiantar Gagalkan Rencana 70 Napi Melarikan Diri

- Senin, 20 Februari 2017 18:09 WIB
376 view
Petugas Lapas Kelas II Pematangsiantar Gagalkan Rencana 70 Napi Melarikan Diri
SIB/Meily Saragih
INTEROGASI: Kalapas Kelas IIA Pematangsiantar M Sukardi Sianturi BCIP SH MHum menginterogasi beberapa tahanan yang merencanakan akan melakukan pemberontakan dan melarikan diri dari Lapas Kelas II A Pematangsiantar, Jalan Asahan KM6,7 Kecamatan Siantar, Ka
Simalungun (SIB) -Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematangsiantar, Minggu (19/2) berhasil menggagalkan rencana sebanyak 70 orang narapidana (napi) dan tahanan untuk melakukan pemberontakan dan melarikan diri dari Lapas Kelas IIA Pematangsiantar, Jalan Asahan KM 6,7 Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Kepala Lembaga Pemasyakatan Kelas IIA Pematangsiantar M Sukardi Sianturi BCIP SH MHum didampingi KPLP Batara Hutasoit BCIP SH kepada wartawan mengungkapkan rencana melakukan pemberontakan dan melarikan diri dari Lapas berawal dari adanya informasi dari salah seorang narapidana yang memberitahukan kepada Staf KPLP Agus Syahputra dan Binsar Panjaitan bahwa akan ada napi dan tahanan yang akan  melakukan penyerangan dan melarikan diri.

Petugas kemudian memberitahukan kepada Kalapas dan KPLP dan melakukan penelusuran dan pencarian terhadap narapidana dan tahanan yang akan melakukan aksi tersebut didalangi oleh tiga orang narapidana, yang terlibat kasus perampokan yang disertai dengan pembunuhan, kasus narkoba yang merupakan napi pindahan dari Lapas Kelas I Medan.

Dari hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan pihaknya terhadap beberapa orang narapidana dan tahanan, terungkap bahwa rencana melakukan pemberontakan dan melarikan diri tersebut, akan dilakukan pada Minggu pagi setelah serapan pagi. Para narapidana dan tahanan menentukan tiga titik kumpul, seperti di kantin, Mesjid dan Gereja yang berada di dalam komplek Lapas.

Setelah berkumpul di titik  yang telah ditentukan, para napi dan tahanan berencana akan menerobos pintu kantin lalu masuk ke pintu tengah  dengan  terlebih dahulu melumpuhkan petugas penjaga Lapas baik yang berada di pintu masuk dan pintu utama  dengan menggunakan potongan besi yang telah disiapkan. Serta menyiapkan sarung yang akan dipergunakan untuk memanjat tembok Lapas.

Atas insiden tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dan meminta bantuan dari pihak Polres Simalungun. Selanjutnya  dilakukan pemindahan terhadap 12 orang narapidana ke beberapa Lapas seperti Tebingtinggi, Lubuk Pakam, Lapas Medan, Rutan Tarutung, Siborong-borong dan Balige. Juga nantinya akan dilakukan pemindahan terhadap puluhan narapidana. Namun sebagian lagi masih ditempatkan di sel pengasingan, mengingat status mereka masih tahanan dan masih menjalani persidangan.

Dari hasil wawancara terhadap beberapa orang tahanan maupun narapidana  mengaku akan kabur karena ingin bebas mengingat hukuman yang djalani mereka cukup lama dan terasa berat. Awalnya mereka diajak oleh beberapa orang untuk kabur, sehingga ajakan tersebut disetujui oleh tahanan maupun napi dari seluruh blok yang ada di Lapas.

Lapas Kelas IIA Pematangsiantar, kata Sukardi akan semakin diperketat dan ditingkatkan pengawasan dan penjagaan serta berkoordinasi dengan pihak Polres Simalungun untuk bantuan personil pengamanan terutama di pintu utama dan di dalam Lapas. (C03/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru