Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

BPBD Karo Minta BMKG Teliti Longsor Kutambaru

- Senin, 20 Februari 2017 18:50 WIB
307 view
Tanah Karo (SIB) -Pasca longsor di Desa Kutambaru Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo, Jumat (17/2) lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo akan meminta kepada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Medan, untuk meneliti longsor tersebut sehingga dapat diberi kesimpulan apakah longsor itu disebabkan potensi gempa atau tidak.

"Pada hari Senin (20/2), BPBD Karo akan menjumpai BMKG untuk meneliti longsor itu,  apakah longsor tersebut disebabkan potensi gempa bumi selama ini di daerah ini atau tidak," ujar Kepala Plt BPBD Kab Karo, Ir Martin Sitepu ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (19/2)  untuk mempertanyakan apakah longsor itu disebabkan adanya gempa bumi di daerah ini.

Menurut Sitepu, berdasarkan laporan dari masyarakat  kejadian  longsor di kawasan itu, tidak ada hujan dan kejadiannya secara tiba-tiba, sehingga mengkhawatirkan warga setempat, apabila terjadi longsor susulan.

Karena itu, ia meminta kepada masyarakat agar mewaspadai terhadap bencana alam yang tiba-tiba terjadi seperti longsor dan tetap melakukan upaya siaga serta diimbau untuk tidak ke area sekitar lokasi.

Sebagaimana diberitakan SIB sebelumnya, peristiwa longsor di Desa Kutambaru Kecamatan Munthe mengkhawatirkan masyarakat setempat. Pasalnya, kejadian longsor itu selama ini tidak ada curah hujan yang tinggi selama ini di lokasi itu.

Akibat kejadian tersebut sebidang ladang jagung yang disebut juga juma reba milik Nd Supir br Simanjorang (80) ikut terbawa longsor lebih kurang 20 Meter.
Selain itu saluran irigasi sawah ikut terputus. Demikian juga satu bangunan ex Paud Bintang Kasih berukuran 5x5 Meter yang berdinding tepas ikut terbawa longsor berikut isinya.

"Kejadian longsor tersebut tidak ada hujan atau angin, namun kejadian tersebut terjadi longsor secara tiba-tiba," ujar seorang warga setempat Adi Sebayang.

Di lokasi itu hingga saat ini dipasangi garis polisi, tetapi sejumlah masyarakat yang penasaran tetap nekat menerobos garis polisi tersebut untuk melihat.

Kapolsek Munte AKP Robinson Ginting saat dihubungi, Jumat (17/2) malam membenarkan terjadi longsor sedalam 75 meter. "Kita telah memasang garis Police Line agar masyarakat tidak melewati garis police line yang telah kita buat, juga telah kita hubungi pihak Dinas PUD Karo untuk mengirimkan alat-alat beratnya," kata Kapolsek AKP Robinson Ginting. (B01/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru