Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Cuaca Ekstrim Nelayan Langkat Tidak Melaut

- Jumat, 24 Februari 2017 20:22 WIB
191 view
Langkat (SIB) -Cuaca ekstrim yang melanda kawasan pesisir pantai timur Kabupaten Langkat, akhir-akhir ini mengakibatkan nelayan tidak pergi melaut dan mereka lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.

"Kita tidak berani melaut karena cuaca yang tidak bersahabat terutama angin kencang dan gelombang tinggi," kata salah seorang nelayan Tapak Kuda Tanjungpura Ramli di Tanjungpura, Selasa (21/2).

Ramli menjelaskan angin kencang terus menerpa sebagian pesisir pantai timur daerah ini seperti Tanjungpura, Secanggang, Gebang, Babalan, Brandan Barat.
"Akibatnya nelayan terpaksa mengurungkan niat untuk melaut mencari ikan," katanya.

Mereka lebih memilih untuk berlibur dan menyandarkan boat milik mereka. Sebagian nelayanpun menghabiskan waktu untuk merajut jaring (jala) dan memperbaiki perahu mengisi kekosongan waktu ketimbang mengambil resiko melaut dengan gelombang yang cukup kuat.

"Cuaca sangat ekstrim sekarang ini kami tak beranilah melaut bang. Demikian juga dengan beberapa rekan nelayan lainnya. Gelombang cukup tinggi. Dari pada timbul bencana saat melaut. Lebih baik berdiam diri sesaat," katanya.

Ramli juga menyamoaikan ada juga beberapa nelayan yang nekat untuk melaut dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Hanya beberapa orang saja yang berani itupun mereka tidak berani terlalu ketengah.

Sementara nelayan lainnya Safri menjelaskan cuaca ektrim yang seperti ini selalu dirasakan nelayan setiap bulan Februari. Tidak menentunya cuaca membuat nelayan takut melaut.

"Kami juga bingung, asal memasuki bulan dua, pasti cuaca ekstrim seperti ini bang, cemana kami mau melaut, mending kami sandarkan saja boat kami," katanya.

Safri mengungkapkan saat melaut seperti sekarang ini gelombang ombak dilaut lepas sangat tinggi hingga mencapai dua meter ditambah lagi angin yang sangat kencang terus menerpa dan membuat perahu bisa karam diterpa angin bila kita melaut.

"Dirinya coba memberanikan diri untuk melaut namun akhirnya harus kembali kerumah karena anginnya kencang dan gelombangnya sangat tinggi," sambungnya.

Menurutnya cuaca ekstrim seperti sekarang ini akan habis dengan sendirinya memasuki bulan Maret, dan nelayan akan kembali melaut guna mencari ikan. (Ant/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru