Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Muhammadiyah Labuhanbatu Latih Warga Kelola Hydroponik

- Selasa, 28 Februari 2017 20:51 WIB
357 view
Rantauprapat (SIB)- Majelis Ekonomi Muhammadiyah Kabupaten Labuhanbatu menggelar pelatihan hydroponik atau budidaya tanaman tanpa tanah dengan menggunakan air sebagai media tanam, Minggu (26/2), di Jalan Perumnas Urungkompas Rantauprapat. Pelatihan ini diikuti 25 peserta yang antusias untuk memahami bagaimana bertani di lahan sempit pekarangan rumah.

Ketua Majelis Ekonomi Muhammadiyah Labuhanbatu Azhar Hakimi menyebut Muhammadiyah aktif mendorong kebangkitan ekonomi ummat Islam, salah satunya di bidang pertanian. Ia berharap pelatihan hydroponik ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya di bidang pertanian dan perekonomian.

"Majelis Ekonomi Muhammadiyah Labuhanbatu berharap bahwa pelatihan hydroponik ini dapat bermanfaat bagi peserta untuk mengenal salah satu sistem pertanian yang relatif baru serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," sebut Azhar.

Dia juga menambahkan bahwa dengan budidaya hydroponik, masyarakat dapat mengembangkan pertanian khususnya sayur-mayur pada lahan sempit di pekarangan rumah masing-masing, sehingga kebutuhan sayur rumah tangga dapat terpenuhi.

"Kami juga berharap ke depan selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, hasil dari budidaya hydroponik yang dikelola masyarakat dapat disalurkan lebih luas seperti di pasar-pasar modern maupun tradisional. Untuk itu diperlukan kerjasama dan adanya komunitas penggiat hydroponik sehingga masyarakat dapat saling membantu untuk menjamin ketersediaan dan terjaganya kualitas yang dihasilkan," katanya.

Ketua Komisi Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labuhanbatu H Amin Prasetyo MM mengapresiasi pelatihan yang diselenggarakan Majelis Ekonomi Muhammadiyah ini.

"Dengan adanya pelatihan ini, kita harapkan akan lahir wirausaha-wirausaha baru khusus dalam bidang pertanian. Kita juga berharap dengan adanya pelatihan ini dapat mendorong terpenuhinya kebutuhan sayur mayur masyarakat Labuhanbatu yang selama ini berasal dari luar daerah," ujar Amin. (AY/D13/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru