Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Akibat Perambahan Hutan Lindung, Debit Air ke Desa Kuta Bangun Karo Tercemar

- Rabu, 01 Maret 2017 23:04 WIB
191 view
Tanah Karo (SIB)- Akibat perambahan kawasan hutan lindung register 7/ K Deleng Cengkeh , masyarakat Desa Kuta Bangun mengeluhkan debit air yang mengalir ke desanya mengalami pencemaran di Ulu PAM - DK.

Hal tersebut diutarakan Kepala Desa Kuta Bangun Dana Ginting kepada SIB, Selasa (28/2) didampinggi perwakilan tokoh masyarakat,  Tamsil Ginting (60) dan Faisal Ginting ( 46) di Kantor Kecamatan Tiga Binanga.

Menurut Ginting , pihaknya telah melakukan peninjauan ke lapangan ,ditemukan adanya  pengrusakan hutan lindung register 7/ K Deleng Cengkeh, yang kini kondisinya telah dijadikan lahan perkebunan.Sementara itu , di lokasi Ulu PAM - DK ditemukan botol pestisida (racun) . Warga mulai resah dengan kegiatan ini, karena selain itu, masyarakat sudah mengalami masalah terutama dengan menurunnya debit air secara signifikan. Deleng Cengkeh tersebut merupakan sumber penampungan air yang selama ini dikomsumsi warga Kuta Bangun.

Ginting menambahkan, beberapa tahun lalu ,warga Kuta Bangun telah melakukan  komunikasi dengan pihak Polres Karo dan pihak kehutanan guna menjaga kelestarian hutan sebagai sumber air bersih.Pada saat itu Polres Karo dan Kehutanan ,langsung turun kelapangan dan melakukan tindakan terhadap oknum yang melakukan pengrusakan . Para penggarap langsung meninggalkan lahan garapan tersebut, namun belakangan ini, lahan tersebut kini kembali digarap  masyarakat, jelasnya.

Akibat perambah hutan dan pengambilan material sungai serta maraknya masyarakat yang berkebun di sekitar areal bendungan PAM, air pada musim kemarau dan di musim penghujan  menjadi keruh, ujarnya.

Terkait hal ini, kami atas nama warga Kuta Bangun meminta kepada jaringan masyarakat internasional, nasional dan lokal yang memiliki fokus dan kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan hidup untuk ikut menyuarakan dan terus menekan pemerintah agar segera menyelesaikan masalah pengrusakan hutan lindung ini, pintanya.(MS/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru