Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Infrastruktur Jalan di Kualuh Hilir Memprihatinkan

- Rabu, 01 Maret 2017 23:10 WIB
1.348 view
Infrastruktur Jalan di Kualuh Hilir Memprihatinkan
SIB/Dok
Berlumpur: Para siswa sulit melewati jalanan mirip sawah saat menujuh sekolah di jalan pasar lV, Kelurahan Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labura, Selasa (28/2).
Aekkanopan (SIB)- Sudah 71 tahun Republik Indonesia merdeka, namun masih ada jalan di Labura yang belum pernah tersentuh sama sekali oleh pembangunan. "Apakah ini merupakan diskriminasi atas hak sebagai warga negara ataukah kealpaan dari penguasa, hanya Tuhanlah yang tahu," ujar Ahmed Syafii Tambusai Ketua Bidang Pemberdayaan Umat Badko HMI Sumut dan Garda Bangsa Kabupaten Labura, Jumat (24/2).

Dikatakan, Infrastruktur di kecamatan bagian pesisir Labura, khususnya Kualuh Hilir sangat memprihatinkan. Jalan di kawasan ini mirip persawahan tatkala musim hujan dan penuh debu di musim kemarau. Lembutnya lapisan teratas tanah disertai kelabilan konstruksi menjadikan jalan dimaksud bagaikan berada disuatu lokasi suku pedalaman yang tidak tergambar dalam peta negeri ini. Hal ini membuat para mahasiswa asal Labura mengharapkan Pemkab serius menyelesaikan permasalahan tersebut, mengingat sumber daya alam di kawasan ini sangat potensial seperti beras dan ikan.

"Kami menilai Pemkab Labura hari ini belum menorehkan prestasi yang baik tentang pembagunan infrastruktur di Kualuh Hilir. Pembangunan yang tidak tepat sasaran, kurang berkualitas serta perencanaan yang kurang matang. Pemkab seolah-olah tutup mata terhadap kondisi infrastruktur di Kualuh Hilir. Menurut kami sudah tidak sesuai dengan amanah Undang-undang dan tujuan dari dimekarkannya Labuhanbatu," ujarnya.

"Apakah ini merupakan cerminan atau hakekat dari kemerdekaan yang selama ini kita dengungkan dan banggakan. Kita mau keseriusan Pemkab mencari solusi agar jalan Kualuh Hilir layak dijalani. Bukan hanya kerikil atau timbunan yang diserak-serak yang bisa hanyut dibawa hujan," ujar Rustam Ependi, warga Kualuh Hilir yang sedang studi S3 di UIN SU.

Senada dikatakan Nopa Adetinya, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Labura. Pembangunan harus menyentuh ke semua kecamatan, tidak hanya di ibu kota kabupaten saja, namun juga ke pinggiran, pertengahan, maupun pesisir. "Kami melihat Pemkab lambat dalam menyelesaikan masalah infrastruktur, khususnya jalan di Kualuh Hilir. Sehingga mengganggu aktivitas masyarakat, pelajar, serta mempengaruhi perekonomian. Padahal padi dan ikan banyak dari sana. Makanya janganlah dilupakan daerah ini dan dinas terkait serta camat harus membuka mata selebar mungkin atas kondisi yang ada. Kami juga berharap Bupati Labura H Kharuddin Syah SE untuk turun kelapangan mengetahui penderitaan yang dialami rakyatnya dan mengetahui betapa buruknya kinerja stafnya," tukasnya.

Sementara itu, pihak Pemkab mengaku akan membangun jalan, terlebih Kualuh Hilir menjadi tuan rumah MTQ pada 2017. "Ketika kami rapat bersama Bupati, jalan dari Simpang Panigoran hingga lokasi MTQ akan selesai paling lama 10 hari sebelum MTQ dimulai," ujar Kadiskominfo melalui Sekretaris, Teddy Yulianto SSTP.
Ditambahkan Teddy, jalan rusak selain jalan antara Simpang Panigoran-Kampung Mesjid, akan dibangun sesuai dengan usulan-usulan prioritas saat Musrenbang," sebutnya. (D23/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru