Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

Meski Sudah Rampung, BNPB Belum Serah-terimakan Proyek DSP ke BPBD Karo

- Jumat, 03 Maret 2017 20:05 WIB
182 view
Tanah Karo (SIB) -Meski seluruh paket kegiatan Dana Siap Pakai (DSP)  percepatan penanganan tanggap darurat relokasi pengungsi Sinabung berbiaya Rp 76.170.083.500  telah rampung tapi belum juga dilakukan serah terima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke BPDB Kabupaten Karo untuk dimanfaatkan bagi pengungsi.

Padahal saat ini telah memasuki kalender bulan ketiga tahun 2017 dan kegiatan  DSP itu sudah setahun lebih selesai.

Plt Kepala BPBD Kab Karo Ir Martin Sitepu ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (2/3) mengakui hingga saat ini belum ada berita acara serah terima seluruh kegiatan DSP itu dari BNPB ke BPBD Kabupaten Karo untuk dapat dimanfaatkan bagi pengungsi di Siosar.  Padahal,kata Sitepu, seluruh kegiatan DSP di Siosar  telah rampung  dan secara lisan, BNPB meminta kepada BPBD Karo agar dapat difungsikan bagi pengungsi.

Ditanya apa yang menjadi kendala hingga  saat  ini belum diserahterimakan seluruh kegiatan DSP,  ia enggan komentar. BPBD telah mengajukan permohonan ke BNPB agar seluruh kegiatan diserah terimakan agar difungsikan bagi pengungsi di Siosar,"ungkapnya.

Disinggung apakah seluruh kegiatan DSP telah terbit hasil audit dari BPK RI, ia menjelaskan hasil rekomendasi hasil audit dari BPK belum turun ke BPBD Karo. 

Kegiatan proyek DSP itu di Siosar  di antaranya, pembangunan Gereja Katolik, masjid, kantor desa,  balai desa, jambur, dapur, kamar mandi, gapura, talud, drainase dan jalan tersier, penambahan daya energi (kelistrikan), pembuatan jalan usaha lain di lahan 250 Ha, pembangunan rumdis guru paud, pembuatan Pustu di relokasi Siosar, pembuatan rumah para medis di relokasi Siosar, land clearing lahan lokasi fasum/fasos (TPU), sekolah, Pustu, terminal dan gereja), pengadaan lampu jalan dengan tiang, pengukuran pematokan dan pembangunan lahan 250 HA, demplot 1 Ha cabut tunggal, demplot 1 Ha tanpa cabut tunggal, uang lelah pembersihan/pengelolaan  lahan.

Selanjutnya biaya pengelolaan kayu sita tebang pohon, pengadaan meubiler SD negeri, peningkatan  jalan poros dari puncak 2000 ke Siosar, jalan lingkungan, sekunder, jalan lingkungan tersier, pengadaan rong sampah, pengadaan bibit pohon pelindung, reboisasai jalan, pengadaan bibit dan saprodi, aset dan sarana produksi , pembangunan gedung Paud, pengadaan alat peraga edukatif,bantuan alat pertanian, sosialisasi budidaya ayam buras. (B01/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru