Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 12 April 2026

DLH Provsu Diminta Tindak Tegas Pabrik Pembuang Limbah ke Sungai Merbau di Labura

- Senin, 13 Maret 2017 19:06 WIB
294 view
Medan  (SIB)- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provsu dan kabupaten diminta untuk menindak tegas  sejumlah pabrik yang membuang limbahnya langsung ke Sungai  Merbau di Kabupaten Labura (Labuhanbatu Utara), sehingga sungai yang biasa digunakan masyarakat untuk kebutuhan mandi, minum dan mencuci itu menjadi tercemar.

"Dinas Lingkungan Hidup Provsu harus segera turun tangan menindak perusahaan atau pabrik yang mencemari lingkungan di Sungai Merbau Labura, karena ada sejumlah perusahaan yang bandel tidak menghiraukan larangan Pemkab Labura untuk tidak membuang limbahnya ke sungai yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari itu," ujar anggota Komisi D DPRDSU Zeira Salim Ritonga kepada wartawan, Minggu (12/3) di Medan seusai melakukan reses di daerah tersebut.

Dari hasil investigasi Zeira bersama masyarakat,  perusahaan atau pabrik yang membuang limbahnya ke sungai tersebut, masing-masing PT U, PT MJ, PT K dan sejumlah perusahaan lainnya, sehingga air Sungai Merbau menjadi tercemar, masyarakat sudah enggan menggunakan air sungai, karena secara kasat mata biota air, seperti ikan  bermatian.

"Warga masyarakat banyak yang protes, karena tidak bisa lagi   memanfaatkan  air sungai. Bahkan masyarakat semakin dihantui keresahan, karena akibat limbah yang dibuang ke sungai tersebut, warga sudah mulai terserang penyakit kulit dan gatal-gatal setiap mandi di Sungai Merbau," kata Zeira.
Dia mencurigai sejumlah perusahaan tersebut sepertinya memiliki "backing" yang sangat kuat, sebab tidak pernah menghiraukan larangan Pemkab Labura agar tidak membuang limbah industrinya ke Sungai Merbau.

"Terbukti sejumlah perusahaan masih tetap membandel membuang limbahnya ke sungai, sehingga diharapkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Provsu segera turun-tangan memberikan tindakan tegas. Jika tetap membandel, perlu ditutup seluruh perusahaan yang ikut ambil bagian mencemari Sungai Merbau," ujar Zeira.
Di bagian lain kegiatan resesnya, Zeira Ritonga kepada wartawan di Medan bercerita dirinya menerima banyak keluhan dan aspirasi masyarakat tentang rusak parahnya ruas-ruas jalan di kawasan Labuhanbatu seperti di Desa Ujungpadang Kecamatan Aekbatas Kabupaten Labura, Desa Belengkut Kecamatan Marbau, sehingga  sangat diharapkan pemerintah kabupaten melakukan perbaikan jalan tersebut

"Tokoh masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Labura  juga mengusulkan kepada Pemprovsu untuk menaikkan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi, yakni jalan penghubung Kabupaten Labura ke Labuhanbatu, " ujar Zeira.

Selain itu, warga masyarakat Desa Belengkut  Kecamatan Merbau juga mengusulkan kepada Pemprovsu  agar  membangun drainase untuk mengantisipasi banjir yang kerap melanda pemukiman warga, serta pembangunan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kecamatan Aeknatas.

"Kita berharap agar Pemprovsu membangun gedung SMK Negeri di Kecamatan Aek Natas, agar anak didik tidak lagi jauh menuntut ilmu  ke luar kecamatan. Jika memungkinkan, alangkah baiknya pembangunan sekolah tersebut anggarannya digunakan  dari dana BKP (bantuan keuangan provinsi) yang sudah dianggarkan di APBD TA 2017 sehingga apa yang dicita-citakan masyarakat bisa terwujud," ujar Zeira.(A03/c).
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru