Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Bahu Jalan dan Parit Beton PU Tertutup Tanah Timbun Galian C di Jalinsum Besitang Langkat

- Rabu, 12 Juli 2017 18:58 WIB
680 view
Bahu Jalan dan Parit Beton PU Tertutup Tanah Timbun Galian C di Jalinsum Besitang Langkat
SIB/Lesman Simamora
Terlihat beram jalan termasuk parit beton PU tertutup tanah timbun di sekitar galian C di Jalinsum Medan-Aceh Lingkungan Kampunglalang, Kecamatan Besitang, Selasa (11/7).
Besitang (SIB) -Penambangan galian C di pinggiran Jalinsum Medan-Aceh persisnya di Lingkungan Kampunglalang, Kelurahan Pekan Besitang, Kecamatan Besitang, Langkat berpotensi mengganggu lingkungan serta mengundang kecelakaan lalulintas bagi pengendara motor.

Pasalnya, selain material tanah galian C berserakan di bahu jalan yang selalu dipadati arus lalulintas siang maupun malam, juga parit beton yang dibangun PU Bina Marga menjadi tertutup akibat tertimbun tanah.

Parahnya, apabila saat musim hujan, air bercampur lumpur meluap hingga menutupi permukaan ruas jalan negara, sehingga berpotensi membahayakan arus lalulintas termasuk mengganggu aspek lingkungan," ujar Syafruddin (50), warga di sekitar galian C saat ditemui SIB, Selasa (11/7).

Sejak pengurusan izin pertambangan (material galian) C beralih dari kabupaten ke Pemprovsu, menurutnya kondisi lingkungan bukannya semakin baik di sekitar penambangan, tapi malah sebaliknya merugikan masyarakat akibat dampak lingkungan yang ditimbulkan, terangnya.

Sementara itu, anggota DPRD Langkat, Romelta Ginting SE mendesak Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben)  Provinsi Sumatera Utara, agar segera turun ke lapangan melakukan pengawasan terhadap aktivitas galian C yang berlokasi di pinggiran Jalinsum Lingkungan Kampunglalang, Kecamatan Besitang.

Pihak Distamben Provsu, harus memperhatikan dampak dari kegiatan usaha terhadap lingkungan pemukiman warga termasuk pada fasilitas umum, di antaranya akses jalan negara yang selalu dipadati arus lalulintas. "Saya minta instansi berwenang segera menyikapi masalah ini," ucap Ginting saat dimintai komentarnya terkait aktivitas galian C di Jalinsum tersebut.

Di tempat terpisah, Januar Putra pemerhati lingkungan, ia mengaku resah terhadap aktivitas galian C di kawasan Jalinsum Kampunglalang Besitang tersebut.
"Ketika musim hujan seperti saat sekarang ini, jalan menjadi licin, saat kemarau jalan raya dipenuhi debu," ujarnya.

"Saya minta agar pihak pengusaha galian C dapat memperhatikan kondisi lingkungan yang lebih baik lagi dan jangan sampai mengganggu kepentingan umum termasuk kenyamanan bagi para pengendara di jalan raya. Dalam kegiatan bisnis, sah-sah saja pihak pengusaha mengejar keuntungan, tapi jangan sampai merugikan orang lain," terang Januar.

Pantauan SIB di lapangan Selasa, (11/7) sejumlah dump truk sedang parkir di beram jalan tak jauh dari lokasi galian C. Bahu jalan dan ruas jalan tempat ke luar masuk dump truk cukup banyak tanah liat berceceran. Sementara, parit beton yang dibangun PU terlihat tumpat akibat tertimbun material tanah. (A28/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru