Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026
Pemkab Usulkan 453 Hektare Lahan Baru

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan Tinjau Lokasi Taman Bunga Danau Toba di Pollung

- Sabtu, 16 September 2017 10:44 WIB
753 view
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan Tinjau Lokasi Taman Bunga Danau Toba di Pollung
SIB/Dok
FOTO BERSAMA: Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan didampingi Ketua BODT Ary Prasetyo, dan staf ahli Menko Maritim Lambok Simorangkir foto bersama Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dan tokoh masyarakat Kecamatan Pollung, usai diulosi saat melakukan kunju
Humbahas (SIB) -Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kembali mengusulkan lahan untuk lokasi pembangunan kawasan pariwisata Taman Bunga Danau Toba kepada Kementerian Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Cq Dinas Kehutanan, di Desa Parsingguran, Kecamatan Pollung seluas lebih kurang 453 hektare.

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor kepada wartawan, Selasa (12/9) menjelaskan, dengan adanya pengusulan lokasi baru tersebut, maka lokasi awal yang sebelumnya sudah diserahkan kepada Kementerian Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata untuk dikelola Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba yang berlokasi di Desa Parulohan Kecamatan Lintongnihuta seluas ratusan hektare dengan resmi dicabut oleh pemerintah.

Lebih lanjut Dosmar menjelaskan, alasan pengusulan kembali lokasi baru itu dilatarbelakangi adanya polemik di tengah-tengah masyarakat terkait kepemilikan sebagian lahan rencana pembangunan Taman Bunga Danau Toba yang berada di perbukitan Danau Toba, Panoguan Solu, Desa Parulohan - Lintognihuta tersebut. Ada beberapa kelompok masyarakat di daerah itu yang mengklaim dan menyerahkan surat keberatan kepada pemerintah menolak lahannya dijadikan sebagai lokasi pembangunan taman bunga.

"Kita tidak mau mempermasalahkan yang gak bisa kita selesaikan. Ya kita serahkan kepada pemerintah pusat. Ada masyarakat yang mungkin gak menerima, ya kita laporkan. Dan disarankan mencari tempat lain," kata Bupati Dosmar.

Ditambahkan, setelah adanya arahan dari pemerintah pusat itu, pihaknya bersama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara terjun ke lokasi yang berada di Desa Parsingguran untuk melihat apakah lokasi itu layak atau tidak dijadikan sebagai Taman Bunga Danau Toba. Katanya, hasil tinjauan mereka langsung dilaporkan kepada Menteri Kordinator Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan dan memintanya untuk meninjau lokasi yang diusulkan itu.

Dalam pertemuan itu lanjutnya, dia menyampaikan dan menunjukkan lokasi rencana taman bunga Danau Toba itu melalui video yang diambil dari udara kepada Luhut sekaligus mengajak mantan Menko Polhukam itu ke lokasi dimaksud.

"Kita sudah survei semua dari atas helikopter bersama Bapak Menko Luhut Panjaitan. Dari ketinggian kita bisa melihat ada Istana Raja Sisingamangaraja, ada air terjun yang langsung ke Danau. Beliau katakan, aku senang melihat ini. Tapi nanti tetap ada kajian dari tim teknis dan mesti dikaji. Karena ketika ada pembangunan pasti membawa dampak lingkungan. Tapi dalam hal ini, kemarin kita sudah melakukan survei, masyarakat di sana sangat antusias menyambut Pak Luhut. Dan pada kesempatan itu, saya sampaikan kepada beliau tentang program pertanaman jagung. Saya kasih gambaran kepada beliau, dan beliau mengatakan untuk terus melanjutkan program tersebut," ungkapnya.

Pada kesempatan itu dia juga menegaskan, kalau program pembangunan kawasan pariwisata Taman Bunga Danau Toba jadi, pasti akan mengubah kehidupan masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan. Bukan untuk kelompok-kelompok tertentu. "Ini murni untuk masyarakat Humbahas. Tapi mungkin orang pikirannya aneh-aneh, ya sudah. Yang pasti segala masukan dari masyarakat akan kita terima. Masalah keputusan kan ada di pemerintah pusat. Bukan di pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi," pungkasnya.

Sebelumnya, Luhut Panjaitan ketika mengunjungi Desa Parsingguran, Minggu (10/9) lalu menyampaikan, untuk menjadikan kawasan Danau Toba menjadi daerah wisata, anak bangsa harus bekerja sebagai tim yang saling membantu dan bersatu. Selain itu, untuk menjadikan wisata juga harus membersihkan diri, lingkungan dan tetap beradat, murah senyum, ramah dan saling tegur sapa.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan status Bandara Silangit yang saat ini sudah menjadi bandara internasional. Dan berharap Oktober dapat diresmikan Presiden Joko Widodo, agar wisatawan asing dengan mudah datang ke kawasan Danau Toba.

Di akhir sambutannya, Menko Luhut yang saat itu didampingi Ketua BODT Ary Prasetyo, dan staf ahli Menko Maritim Lambok Simorangkir menyampaikan dukungannya kepada program pusat yang saat ini sedang dikerjakan Bupati Dosmar yakni program pertanaman jagung 10.000 hektare.

"Sejalan dengan visi misi beliau dalam mensejahterakan rakyat melalui pertanaman jagung dari tahun 2017 seluas 10.000 hektare dan akan terus dikembangkan hingga tahun 2018 mencapai 30.000 hektare. Dengan keberhasilan ini kami optimis dapat mensejahterakan dan menambah penghasilan rakyat," sebut Luhut. (BR8/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru