Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 24 Oktober 2026

Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Tinggi Abu 2,3 Km

* Sembiring Akrab dengan Erupsi Gunung Sinabung
- Senin, 06 November 2017 23:18 WIB
576 view
Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Tinggi Abu 2,3 Km
SIB/Dok
ERUPSI : Gunung Sinabung erupsi lagi dengan tinggi kolom 2300 meter.
Tanah Karo (SIB)- Gunung Sinabung, Minggu (5/11) erupsi lagi. Berdasarkan pengamatan petugas Gunung Sinabung di Simpang Empat,  gunung setinggi 2.460 meter ini, secara visual terjadi erupsi.

"Pada pukul  06:08 WIB, terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik 2300 meter (2,3 Km), lama gempa erupsi 277 detik. Angin bertiup lemah ke arah Selatan - Baratdaya," ucap Armen Putra, petugas Gunung Sinabung di Simpang Empat,  ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (5/11) petang.

Menurutnya, aktivitas vulkanik masih tinggi dan status Gunung Sinabung masih status Awas (Level IV). Karena itu  masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius 3 Km dari puncak dan dalam jarak 7 Km sektor Selatan - Tenggara, dalam jarak 6 Km sektor Tenggara - Timur, serta dalam jarak 4 Km sektor Utara - Timur G. Sinabung.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar waspada karena bendungan di kawasan Gunung Sinabung dapat jebol.

Lebih lanjut ia mengingatkan kepada BPBD Kabupaten Karo agar melakukan sosialisasi ancaman bahaya lahar hujan/banjir bandang kepada masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

Sembiring Akrab
Sarianto Sembiring (42), tinggal di Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Rumahnya berjarak sekitar 6 kilometer dari Gunung Sinabung.

Pria yang akrab disapa Anto ini sudah terbiasa melihat Gunung Sinabung erupsi. Di rumahnya, Anto membuka warung makanan dan minuman.
"Di sini aman-aman saja. Kalau erupsi dan arah anginnya ke sini (kerumah) ya abu datang," ujarnya, Minggu (5/11).

Anto tinggal di Desa Tiga Pancur sejak tahun 2009 silam. Selain membuka warung, Anto juga memiliki ladang yang ditanami cabai rawit dan kopi. Ladang itu diurus oleh isteri tercintanya.

"Belakangan, tanam-tanam ini nggak ada harganya. Dicampuri abu," ujarnya.

Melihat Gunung Sinabung erupsi sudah terbiasa baginya. Ketika erupsi, dia juga mengabarkannya kepada rekan-rekannya.

"Sudah terbiasa (erupsi). Tapi tetap waspada," imbuh Anto.

Dia menerangkan, erupsi juga pernah sewaktu malam. Tanda erupsi bila malam, menurutnya ada getaran sebelumnya.

"Selain itu, sebelum erupsi, hewan juga kasih tanda bersuara, seperti kalau anjing menggonggong. Saya berharap, Gunung Sinabung tidak erupsi lagi," terangnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo, Natanail Perangin-angin mengatakan, wilayah Tiga Pancur memasuki zona merah.

"Ada aktifitas warga (di Tiga Pancur). Kita terus mengimbau warga untuk keluar dari zona merah. Menurut mereka (warga) di sana aman. Kita minta jauhi zona merah," ujarnya. (BR2/detikcom/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru