Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 24 Oktober 2026

Terkait Pencurian Truk di Tanjungbalai, Anggota DPRD Labura Diperiksa Sebagai Saksi

* Truk Ditemukan di Gudang Dekat Rumah Anggota DPRD Labura
- Minggu, 12 November 2017 22:03 WIB
450 view
Terkait Pencurian Truk di Tanjungbalai, Anggota DPRD Labura Diperiksa Sebagai Saksi
Tanjungbalai (SIB) -Kasus pencurian truk di Tanjungbalai masih belum menemui titik terang adanya keterlibatan oknum anggota DPRD Labura sebagai pembeli, meskipun tersangka mengaku truk itu di jual kepada oknum anggota Labura berinisial ESR.

Dalam kasus itu polisi telah menetapkan dua tersangka, S alias Udin Pamingke dan H alias Ucok yang merupakan orang dekat oknum anggota DPRD tersebut.

Pengakuan tersangka S alias Udin Pamingke dan direkam wartawan mobil truk colt diesel dicurinya dari kawasan gudang majikannya di Tanjungbalai. "Saya ambil dari gudang, kemudian di tengah jalan saya telepon H alias Ucok. Saya tanya ada orang mau beli colt diesel Rp 50 juta, ucok menjawab saya tanya dulu toke karena baru membeli truk Rp 50 juta kemarin. Saya tanya siapa tokemu, ucok menjawab anggota DPRD Labura," ujar Udin saat diwawancarai wartawan di Polres Tanjungbalai beberapa waktu lalu.

Dikatakan, selang beberapa menit, Ucok menelepon dirinya bahwa tokenya mau membeli truk colt diesel tersebut dengan harga Rp 35 juta. "Saat itu, aku baru terima panjar Rp3 juta, sisa Rp32 juta akan ditransfer melalui bank," sebut Udin.

Usai menerima Rp 3 juta, Udin langsung ke Medan. Beberapa hari kemudian, Ucok menelepon bahwa Rp32 juta telah ditransfer. "Kemudian uang saya ambil dan langsung kabur ke Batam menemui istri saya," katanya seraya menambahkan akhirnya ditangkap aparat Polres Tanjungbalai di Riau.

Kapolres Tanjungbalai melalui Kasat Reskrim AKP Syofyan mengakui hingga saat ini oknum anggota DPRD Labura masih sebagai saksi. "Anggota DPRD Labura ESR sudah pernah kita periksa dan diambil keterangan tapi masih sebagai saksi," ujar AKP Syofyan, Rabu (1/11) saat dihubungi via telepon.

Menjawab SIB, Syofyan mengakui bahwa truk colt diesel ditemukan di salah satu gudang dekat rumah oknum anggota DPRD Labura tersebut, namun ESR mengaku tidak ada terlibat pembelian truk tersebut.

ESR yang juga Wakil DPRD Labura belum berhasil ditemui SIB Labura di Gedung DPRD Labura sejak, Jumat (3/11) hingga Selasa (7/11).

Sekwan DPRD Labura Ahmad Lokot Hasibuan saat dihubungi SIB melalui telepon, Selasa (7/11) mengatakan, ESR tidak masuk kantor. "Hari ini beliau tidak masuk, kalau semalam saya tidak tahu karena saya rapat," katanya seraya memberikan nomor handphone ESR dengan nomor 081370993xxx. "Tapi saya tidak dapat pastikan nomor ini aktif atau tidak," jelasnya namun saat dihubungi nomor tersebut tidak aktif.

Sejumlah anggota dewan yang ditemui di DPRD Labura enggan berkomentar terkait keberadaan ESR. "Maaf bang kita berteman, tanya yang lain saja ya, memang sejak ada pemberitaan di sejumlah koran terkait kasus pencurian mobil di Tanjungbalai itu, dia jarang masuk," ujar salah seorang anggota dewan yang tidak ingin namanya ditulis.

Berita sebelumnya, Syofyan mengakui masih membutuhkan izin Mendagri dan Gubernur untuk memeriksa lebih lanjut anggota dewan tersebut. "Kita akan surati Mendagri dan Gubernur untuk memeriksa lebih lanjut pak ESR sesuai dengan pasal 3 ayat 1 UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah," sebut Syofyan.

Namun ketika hal itu dipertanyakan SIB, Syofyan berkilah. "Untuk apa lagi izin, karena arahnya tidak ada menuju dia (ESR)," jelas Syofyan.

Saat ditanya adanya pengakuan tersangka Udin Pamingke kepada wartawan bahwa tersangka H alias Ucok adalah orang suruhan oknum anggota DPRD. "Ketika diperiksa, tersangka gak ada ngaku begitu dan pengakuan saksi ESR tidak ada membeli mobil itu," tutup Syofyan. (BR5/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru