Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Bupati Dairi Terima Audiensi Kepala Kaper BI Sumut

- Sabtu, 17 Februari 2018 18:44 WIB
329 view
Bupati Dairi Terima Audiensi Kepala Kaper BI Sumut
SIB/Nelly Hutabarat
AUDIENSI: Bupati Dairi Johnny Sitohang menerima audiensi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Arief Budi Santoso di ruang kerjanya di Sidikalang, Rabu (14/2).
Medan (SIB) -Bupati Dairi Johnny Sitohang menerima audiensi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara Arief Budi Santoso di kantornya di Sidikalang, Rabu pagi(14/2).

Kedatangan Arief didampingi Kusnaidi  Hutagalung Asisten Direktur dan dua asisten manejer lainnya, yakni Fajar dan Yenni Hutagaol  meminta masukan terkait untuk pengembangan  ekonomi di kabupaten maupun masyarakatnya.

Menurut Arief, pihaknya fokus memberi pembinaan pada para petani terutama komoditi cabe merah,bawang merah dan beras yang selalu menjadi pemicu inflasi."Memang ketiga komoditi ini selalu memicu inflasi, jadi kami fokus untuk membantu petani mengembangkan hasil panen mereka.

Kegiatan yang dilakukan BI berupa bantuan tehnis mulai peningkatan SDM petani, pelatihan,workshop dan memberi peralatan serta fasilitas lainnya,  untuk meningkatkan kesejahteraan petani agar mereka mandiri.

Ditambahkan Arief, pihaknya tidak memberi uang. Seperti diketahui, petani di Kabupaten Sergai telah dibina BI untuk pengembangan tanaman organik. Hasil binaan BI, panen gabah organik meningkat 7,5 ton per hektar dari hasil panen sebelum 5,4 ton per hektar.

"Makanya kita datang langsung ke Dairi ini jumpa dengan Pak Bupatinya guna meminta masukan potensi yang dapat dikembangkan, ujarnya.

Sementara itu, Bupati Dairi Johnny mengatakan, di wilayah dipimpinnya banyak memiliki potensi untuk dikembangkan. Misalnya kopi, cabe merah,bawang merah  beras, jagung. Juga ulos yang ditenun para pengerajin dan lainnya.

Banyak produk unggulan di Kabupaten Dairi,namun sulit berkembang karena terkendala permodalan. Belum semua perbankan memberi bantuan modal karena harus ada agunan.

Misalnya contoh untuk komoditi gabah harus menggunakan bibit unggul.Mau meminjam kredit harus ada agunan, sementara lain dimiliki para petani masih sewa. unggul. Hanya dengan benih unggul yang bisa meningkatkan produktivitas. Namun hanya Bank Sumut memberi pinjaman kredit antar Rp5 juta hingga Rp10 juta tanpa agunan.Ini pun diberi setelah ada rekomendasi dari kepala desa setempat."Kalau perbankan lainnya belum ada yang mau memberi.Harus ada agunan", tegasnya.

Di kesempatan itu, bupati melalui jajarannya yang hadir di pertemuan itu meminta BI dapat memberi bantuan berupa peralatan untuk  pengolahan kopi dan jagung. Selama ini kopi dan jagung yang dipasarkan masih dalam bentuk biji.

"Jadi kalau ada bantuan peralatan untuk pengolahan nilai jual semakin meningkat",ujar bupati menambahkan.

Bahkan BI juga dapat membantu untuk pengembangan ulos yang dikelola pengerajin.Baik untuk showroom,galeri dan peralatan lainnya untuk mendatangkan wisata ke Dairi.  Arief menerima masukan tersebut untuk dikaji. Segala sesuatu harus disurvei dan ditinjau ke lapangan dibarengi data.

Bupati Sitohang didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir Naek Lumbantobing,Kadis Ketahanan Pangan dan Holtikultura Herlina Tobing,Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Harryson Rumapea dan Kadis Pariwisata dan Budaya Drs Leonardo Sihotang. (A2/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru