Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026

Pemkab Humbahas Jamin Harga Jagung Rp3.150 per Kg

* Animo Masyarakat untuk Bertani Jagung di Humbahas Semakin Tinggi
- Kamis, 15 Maret 2018 21:49 WIB
540 view
Pemkab Humbahas Jamin Harga Jagung Rp3.150 per Kg
Humbahas (SIB) -Animo atau keinginan masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) untuk bertanam jagung di daerah itu semakin hari semakin tinggi. Hal ini tidak terlepas dari perhatian pemerintah daerah yang memberikan kemudahan kepada para petani dengan memberikan bantuan bibit dan bantuan alat pengolahan lahan, serta adanya jaminan harga di atas harga pasar.

Hal itu disampaikan Bupati Humbang Humbahas Dosmar Banjarnahor SE melalui Plt Kadis Ketahanan Pangan, Sabar Sitanggang SP saat diwawancarai SIB di sela-sela sosialisasi sekaligus penjemputan langsung (pembelian) hasil panen jagung milik sejumlah petani di Desa Bonan Dolok I, Kecamatan Sijamapolang, Rabu (14/3).

Sabar menjelaskan, program pertanaman jagung di Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan salah satu program dari Pemkab Humbahas yang bertujuan untuk mensejahterakan serta mengangkat harkat dan martabat para petani, khususnya para petani jagung. Sebab menurut dia, program itu sangat berpihak kepada para petani karena tenaga dan biaya untuk mengolah lahan, bibit dan masalah pemasaran sudah dijamin oleh pemerintah.

Lebih lanjut dikatakan, khusus untuk masalah pemasaran, Pemkab sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan penampung benih jagung di Indonesia. Salah satunya PT Charon Pokphand Indonesia dan PT Jakpa. Harga yang dibuat adalah, sesuai dengan standar Bulog, yakni Rp3.150 per kilogram. Dengan syarat kualitas benih jagung yang akan dibeli harus sesuai dengan standar yang ditentukan, yakni kadar air maximal 30 %, biji jamur 5 %, biji mati/busuk 7 %, biji pecah 4 % dan tumpi/tongkol 2 %. Kemudian tidak berkutu/tidak berbau asam dan berminyak.

"Itulah beberapa strategi yang kita buat untuk menjamin harga benih jagung di Kabupaten Humbahas. Harga harus sesuai dengan standart Bulog, yakni Rp3.150 per kilogram. Tidak boleh di bawahnya itu. Tapi, apabila ada perusahaan yang ingin menampung jagung di atas harga itu, silahkan saja petani menjualnya kepada mereka. Karena seperti yang saya katakan tadi, tujuan kita adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Tapi apabila di bawah itu, Pemkab Humbahas akan menangani," kata Sabar.

Sementara itu, salah seorang anggota kelompok Tani Tambok Bolon, Desa Bonan Dolok I bermarga Simamora mengaku merasa senang dan puas dengan hasil panen jagungnya. Kata dia, dengan lahan lebih kurang 1 hektar dia dapat menghasilkan kurang lebih 4 ton benih jagung. Kepuasan yang dia dapat ternyata makin bertambah karena pemerintah dapat menjamin harga pasar, dan langsung dijemput ke tempat, sehingga tidak lagi harus membawanya ke pekan, dan melalui tengkulak lagi.

"Jujur setelah adanya program pertanaman jagung ini, kita semakin tertarik dan semangat untuk bertani. Puji Tuhan, kita dapat hasil yang memuaskan. Dengan satu hektare saja, kita dapat panen lebih kurang 4 ton. Padahal ini masih dengan sistem tumpang sari. Ke depan harapan kita, pemerintah tetap menyediakan alat-alat mesin pertanian, agar lahan-lahan tidur yang selama ini tidak diolah, dapat kita manfaatkan. Sekali lagi, saya sampaikan. Mau uang, mari kita bertani jagung," ujarnya.

Markos Simatupang, PPL di Kecamatan Sijamapolang menyampaikan minat masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani di daerah itu untuk bertanam jagung cukup tinggi. Dan ke depan, diharapkan agar Pemkab Humbahas terus memberikan perhatian yang serius dengan menyediakan bibit dan alat-alat mesin pertanian.    

Di tempat yang sama, Camat Sijamapolang Drs Maringan Sinaga AP menjelaskan, untuk tahun 2018 ini Pemkab Humbahas memberi target untuk lokasi penanaman jagung seluas 1.500 hektare. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yakni seluas 1.000 hektare.

"Pada prinsipnya kami sangat senang dengan program ini. Namun kami sangat mengharapkan ketersediaan alat mesin pertanian. Walaupun penduduk Kecamatan Sijamapolang paling sedikit di Humbahas, namun kami memiliki lahan yang sangat luas. Oleh karena itu, kami harus dibantu alat mesin pertanian tadi. Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat mengikuti jajak rekan-rekan petani yang sudah berhasil dari program jagung ini. Karena hasilnya luar biasa dan sangat menguntungkan masyarakat," pungkasnya. (BR8/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Teheran(harianSIB.com)Militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup pada hari Sabtu (18/4/2026). Hal ini disampaikan komando militer