Tanah Karo (SIB) -Digenangi air hampir setinggi 1 meter, Jumat (1/6) lalu lintas jalan menuju Objek Wisata Air Panas di Raja Berneh Desa Semangat Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo terkendala, Jumat (1/6).
Akibat banjir tersebut, beberapa kenderaan roda dua dan empat mengalami kerusakan dan mogok, sehingga evakuasinya harus dibantu masyarakat setempat. Tidak hanya itu, pengemudi mobil sedan, bahkan tidak berani dan tidak mau melintasi genangan air, karena takut mogok.
Parahnya, beberapa sepeda motor harus ditandu dengan sampan yang disediakan oleh warga setempat untuk menyeberangi "danau jadi jadian" sepanjang lebih kurang 20 meter, untuk menghindari kerusakan dan mogok. "Curah hujan yang tinggi, sementara saluran untuk menampung air sumbat," kata warga setempat kepada SIB di lokasi banjir.
Akibat banjir yang membentuk "danau jadi jadian" ini, beberapa wisatawan yang hendak mengunjungi Daerah Tujuan Wisata (DTW) air panas Raja Berneh menggerutu, bahkan ada yang kembali sebelum sempat berkunjung. Namun pemilik kenderaan yang memiliki chasis yang tinggi memaksakan kenderaannya menyeberangi genangan air dan menjadi tontonan warga.
Lokasi banjir tersebut masih di dalam wilayah Desa Doulu, Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, sekitar beberapa kilometer lagi sebelum DTW Air Panas. "Kita membantu menyeberangkan sepeda motor bagi yang mau, menggunakan sampan buatan dan kita kenakan jasa penyeberangan," kata seorang warga.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo Mulia Barus mengakui adanya banjir di wilayah jalan menuju DTW air panas. Namun katanya, masalah ini sudah dalam tahap pembahasan dan solusi yang akan segera dilaksanakan. Katanya, pihaknya secara tertulis sudah menyampaikan hal tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum dan secara bersama sama sudah meninjau langsung lokasi untuk pembenahan. " Itu sudah dianggarkan, perbaikan, namun pelaksanaannya bulan depan," sebutnya.
Ketika SIB menyinggung bahwa, Pemkab Karo melalui Dinas Pariwisata hanya melakukan pungutan retribusi terhadap pengunjung tanpa memperhatikan fasilitas, ia membantah. Katanya semua ada prosedur, kita yang kutip retribusi, yang bagusi tentunya dinas terkait," katanya.
Camat Berastagi Mirton Ketaren menyampaikan hal serupa. Awalnya, ia juga mengakui adanya lokasi banjir di wilayahnya yang merupakan satu satunya akses menuju DTW Air Panas.
Ia juga tidak menampik, akibat banjir itu banyak kerugian Pemkab Karo. Salah satunya tamu berbalik arah sebelum sampai di tujuan. Hal lain yakni, tercorengnya nama Pemkab Karo karena tak mampu mengatasi banjir di jalan menuju DTW. Akan tetapi, ia membenarkan masalah ini sudah dibahas dan sudah disampaikan secara tertulis ke Dinas Pariwisata untuk diteruskan ke dinas dinas terkait.
Pantauan SIB, banjir ini dikarenakan gorong gorong melintang di lokasi banjir tergolong kecil, kisaran diameter 30 centimeter. Kemudian, gorong gorong yang melintang selebar bahu jalan (10 meter) ini dipenuhi sampah dan bebatuan serta material lainnya. Karena diameter gorong gorong tergolong kecil, sulit mengeluarkan segala material yang sempat mengendap. Kata Camat, mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan memperbesar dimater gorong gorong atau menjaga gorong gorong tidak dimasuki material bebatuan. Kemudian apabila volume air meningkat drastis, saluran pembuangan sangat perlu dinormalisasi, sehingga air tidak meluber ke lahan pertanian warga yang dapat mengakibatkan kerusakan parah tanaman petani. (b02/l)