Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Jembatan Penghubung Tiga Desa Terisolir di Karo Terancam Ambruk

- Selasa, 19 Juni 2018 18:11 WIB
579 view
Jembatan Penghubung Tiga Desa Terisolir di Karo Terancam Ambruk
Medan (SIB)-  Tokoh masyarakat Desa Kutamale Dahsat Tarigan SH menegaskan, jembatan "tepas" yang menghubungkan tiga desa terisolir masing-masing Desa Kutamale, 
Amburidi dan Rihtengah Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo terancam ambruk. Masyarakat merasa sangat kesulitan untuk melintasinya dalam memasarkan hasil-hasil pertaniannya serta belanja kebutuhannya sehari-hari ke ibukota kabupaten. "Jembatan sebagai sarana penghubung yang dibangun sekira tahun 90-an dengan bahan kayu dan rangka besi sudah lama rusak dan terlihat sudah lapuk dan sebahagian alasnya sudah berpatahan. 

Masyarakat kesulitan memasarkan hasil-hasil pertaniannya," ujar Dahsat Tarigan kepada wartawan, Senin (18/6) di Medan seusai berkunjung ke kampung halamannya di Desa Kutamale. Dahsat yang kesehariannya berprofesi sebagai lawyer ini mengatakan, sejak dibangun jembatan tersebut belum pernah diperbaiki, sehingga kondisinya sangat darurat dan rawan dilintasi kendaraan bermotor. "Sudah berulang-kali kita usulkan agar dilakukan perbaikan, tapi belum ada tindakan instansi terkait, sehingga masyarakat Desa Amburidi dan Rihtengah melakukan perbaikan dengan bergotong-royong secara darurat, agar dapat dilintasi warga," katanya. 

Ditambahkannya, pada pertengahan tahun 2017, bupati, Dinas PU (Pekerjaan Umum) Karo dan rombongan sudah meninjau langsung ke lapangan untuk melihat kondisi jembatan serta jalan-jalan yang hancur. Pada peninjauan itu, bupati berjanji akan menganggarkan dana perbaikannya di APBD 2018, tapi sampai saat ini belum ada realisasinya. "Masyarakat sangat berharap jembatan 'Tepas' yang merupakan sarana utama transportasi warga menyeberangi Sungai Laubiang untuk memasarkan hasil pertanian mereka ke pekan-pekan dapat segera diperbaiki, sebelum jembatan ambruk dan menelan korban jiwa," tandas Dahsat. 

Perlu diketahui, terangnya, jembatan tepas ini merupakan sarana utama menelusuri jalan lingkar memasuki desa-desa di wilayah Kecamatan Kutabuluh dan Tigabinanga, yakni Desa Kutabuluh, Laubuluh, Kutamale, Amburidi, Rihtengah, UjungDeleng, Negerijahe, Limang dan Perbesi. "Ruas jalan lingkar yang potensi pertanian dan pariwisatanya belum terbenahi secara maksimal, akibat infrastruktur jalan dan jembatannya rusak dengan medan yang cukup berat," ujar Dahsat sembari menagih janji Pemkab Karo untuk segera membangun jembatan tersebut. 

Bagi Dahsat, tidak ada alasan Pemkab Karo tidak cukup anggaran untuk melakukan perbaikan jalan maupun jembatan yang hancur, karena di sekitar desa itu ada berdiri perusahaan listrik 'raksasa' yakni PLTA PT WEB untuk bisa diajak bekerjasama membangun infrastruktur yang rusak dengan menggunakan dana CSR-nya. (A03/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru