Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 23 September 2026

Kelompok Petani se-Sumut Adakan Kongres Reforma Agraria di Parapat

- Kamis, 09 Agustus 2018 21:04 WIB
206 view
Kelompok Petani se-Sumut Adakan Kongres Reforma Agraria di Parapat
SIB/Linggom Parhusip
KONGRES AGRARIA: Kelompok Petani se-Sumut mengadakan Kongres Reforma Agraria untuk menyatukan visi dan misi dalam memperjuangkan hak atas tanah untuk kesejahteraan masyarakat, Rabu (8/8) di Wisma Merhodist Bangun Dolok Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Par
Parapat (SIB)  -Kelompok Petani se-Sumatera Utara mengadakan kongres reforma agraria di Bangun Dolok Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Rabu (8/8). 

Ketua Panitia Marihot Gultom mengatakan kongres reforma agraria bertujuan untuk mengumpulkan para kelompok petani se-Sumut agar bersatu untuk membentuk satu wadah atau organisasi, dalam mempertahankan dan memperjuangkan hak tanah masyarakat kuat.

Dikatakannya, kongres yang dihadir 60 orang dari 26 kelompok tani Kabupaten/Kota se-Sumut, Labuhan Batu Induk, Labuhan Batu Selatan, Simalungun, Pematangsiantar, Tobasa, Dairi, Belawan, Deliserdang, Taput dan Batu Bara memiliki permasalahan yang sama sulitnya memperjuangkan lahan masyarakat.

Marihot mengatakan, latar belakang dibentuknya kongres reforma agraria dari pasal 33 UUD 1945 yakni negara menguasai tanah sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. "Jadi kongres ini untuk memperkuat serta menyatukan prinsip petani agar berjuang bersama-sama untuk merebut lahan yang selama ini sudah dikuasai perusahaan untuk dikembalikan ke masyarakat," ujarnya.

Dicontohkannya,  922 hektar di daerah Maranti Tobasa saat ini sudah kembali ke tangan rakyat yang sebelumnya dinyatakan masuk wilayah hutan register. "Kita memperjuangkan lahan ini hingga ke tingkat menteri dan usaha kita berhasil lahan tersebut kembali ke masyarakat.

"Kita berharap dengan adanya kongres antar kelompok tani se-Sumut ini dapat menghasilkan kesimpulan yang baik, sehingga para petani kompak dan memiliki kekuatan untuk memperjuangkan hak atas tanah sebab Presiden Jokowi sudah berjanji tentang Nawacita tanah untuk rakyat," ujar Gultom.

Gultom mengatakan, Kongres hari kedua akan dihadiri Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Menteri Pertanian, Komnas HAM, Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Mabes Polri. "Mudah-mudahan para narasumber ini hadir memberikan paparan dan berdiskusi dengan petani," katanya. (D13/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru