Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 09 September 2026

Kemenpar Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Bidang Wisata di Parapat

- Jumat, 12 Oktober 2018 15:55 WIB
483 view
Kemenpar Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Bidang Wisata di Parapat
SIB/Linggom Parhusip
PELATIHAN: Kemenpar menggelar pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat Homestay di Hotel Parapat View Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Kamis (11/10).
Parapat (SIB) -Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan menggelar pelatihan peningkatan kapasitas usaha masyarakat bidang wisata, kepada para pelaku wisata dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Danau Toba, di Hotel Parapat View Kecamaan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Kamis (11/10)

Acara dihadiri Kementerian Pariwisata Ujang Subari dan Dra Titien Soekarya MSi dan rombongan, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Simalungun Ester Tambunan SH MM, Kepala Desa Pujon Kidul Malang Jawa Timur Udi Hartoko sebagai praktisi desa wisata, puluhan pelaku wisata dan masyarakat pemilik homestay dan pemilik objek wisata di sekitar kawasan Danau Toba Simalungun.

Ujang Subari dalam sambutannya menyampaikan untuk mendukung kepariwisataan, pihaknya memberikan pelatihan pemahaman tentang bagaimana mengelola homestay, kuliner dan mengelola desa wisata dengan baik sesuai dengan yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Asean.

Subari berharap usai pelatihan ini kiranya peserta dapat menerapkan ilmu untuk meningkatkankan kualitas usaha sektor homestay yang mana homestay merupakan program penting untuk mendukung ekonomi masyarakat sekitar wisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Simalungun melalui Kepala Bidang Pengembangan Ester Tambunan berterimakasih kepada Kementerian Pariwisata karena menggelar pelatihan peningkatan kapasitas usaha masyarakat wisata di destinasi Pariwisata prioritas Danau Toba selama dua hari 11-12 Oktober 2018.

Ester mengatakan, Kabupaten Simalungun merupakan salah satu dari 8 kabupaten yang berada di sekitar kawasan Danau Toba sebagai ikon besar destinasi pariwisata di Sumatera Utara yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.

"Saya mengajak agar seluruh peserta dapat berkontribusi yang sifatnya membangun sektor pariwisata dalam rangkaian percepatan pengembangan wisata di Kabupaten Simalungun dan mengikuti acara pelatihan dengan sunguh-sungguh serta penuh rasa tanggungjawab," tutup Ester.

Titien Soekarna sebagai narasumber yang juga Ketua dan Anggota Dewan Juri Homestay tingkat nasional  menyanjung keindahan Danau Toba yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Simalungun dan layak dikembangkan dengan berbagai macam wisata sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

Homestay sudah dikembangkan pemerintah di Indonesia melalui program PNPM Mandiri Pariwisata semenjak 2009 dan di sekitar kawasan Danau Toba sangat pantas dikembangkan homestay yang udaranya sejuk tidak perlu memakai air condition (AC) serta didukung panorama yang indah.

Dikatakannya, secara prinsipnya homestay merupakan rumah tinggal penduduk di desa wisata yang sebagian kamarnya disewakan kepada wisatawan, sehingga terjalin interaksi antara wisatawan dengan pemilik rumah serta adanya sarana edukasi bagi wisatawan untuk belajar kearifan lokal 

Titien berharap dengan adanya pelatihan pengelolaan homestay dapat memberi pemahaman kepada para pelaku wisata, pemilik homestay dan calon kelompok sadar wisata untuk memanfaatkan objek wisata sebagai sumber peningkatan ekonomi masyarakat.

Dirinya juga berharap agar masyarakat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan peserta pelatihan proaktif untuk mempromosikan kepariwisataan untuk menciptakan sapta pesona pariwisata aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan sehingga dapat menarik minat wisatawan.

Diungkapkan Titien selain sapta pesona pariwisata, para pelaku homestay juga perlu menerapkan sapa, senyum, salam (S3) yang juga sebagai kunci untuk menyambut wisatawan yang lebih besar lagi.

"Kita harus komitmen untuk mengembangkan kepariwisataan, pelaku pariwisata harus berjiwa pelayan", tutup Titien.(D13/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru