Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 20 September 2026

PC PPM Kota P Siantar, Tekad Sumpah Pemuda Harus Dilestarikan Generasi Milenial

- Kamis, 18 Oktober 2018 15:08 WIB
623 view
PC PPM Kota P Siantar, Tekad Sumpah Pemuda Harus Dilestarikan Generasi Milenial
Maringan Nababan
Pematangsiantar (SIB)- Tekad sumpah pemuda delapanpuluh tahun lalu (28 Oktober 1928) harus dilestarikan generasi milenial menghadapi era industri 4.0 saat ini. Tekad satu nusa, satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air merupakan perekat potensi anak bangsa mengejar kemajuan, jangan terkotak-kotak terbius pengaruh orang yang menginginkan perpecahan.

Pimpinan Cabang PPM (Pemuda Panca Marga) Kota Pematangsiantar, Maringan Nababan mengutarakan hal itu ketika diwawancarai SIB di kantornya Jalan Diponegoro, Rabu (17/10) mencermati perkembangan tekad sumpah pemuda yang terkesan terdegradasi di kalangan generasi milenial saat ini.

Dikemukakan, relevansi konten sumpah pemuda delapanpuluh tahun lalu tak bisa ditawar-tawar, sudah merupakan harga "mati" demi keutuhan Republik Indonesia yang terdiri 700-an suku dan bahasa lokal.

Oleh karena itu, tekad sumpah pemuda harys dilestarikan generasi milenial menghadapi era industri 4.0 saat ini. Tekad sumpah pemuda melukiskan nilai historik komunitas pemuda pra kemerdekaan Republik Indonesia, merupakan perekat potensi anak bangsa mengejar kemajuan. "Jangan terkotak-kotak," tegas Maringan Nababan.

Dia mencermati, perkembangan potensi generasi milenial belum menunjukkan nilai kejuangan komunitas pemuda di era dekade tahun tigapuluhan sampai fase zaman Orla (orde lama), Orba (orde baru) dan Orde Reformasi. Lantas dia bertanya, "bagaimana nilai kejuangan generasi milenial menghayati sumpah pemuda?"

Menurutnya, program pembinaan generasi milenial tak terlepas dari atensi kepala daerah (KDh) setempat, berkoordinasi dengan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) membawahi sejumlah OKP (organisasi kemasyarakatan pemuda).

Pembinaan generasi milenial melalui penataran  akan membuka ruang pikir untuk menghayati dan mendalami butir-butir Pancasila. Dia optimis, jika butir-butir Pancasila dihayati generasi milenial, tidak akan mudah potensinya dieksploitasi orang tertentu, untuk menghindari pengkotak-kotakan di tengah masyarakat, kata Pimpinan Cabang PPM tersebut.

Untuk tidak sampai terdegradasi sumpah pemuda di kalangan generasi milenial, dalam konteks lokal atau regional bahkan nasional,  maka komitmen dan eksistensi pemegang otoritas sangat dibutuhkan. "Misalnya, untuk Kota Pematangsiantar, atensi kepala daerah (KDh) diharapkan membangun koordinasi dengan pihak terkait," tutupnya. (D01/f)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru