Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Pemukiman Padat Penduduk di Parapat Banjir

- Rabu, 24 Oktober 2018 19:49 WIB
254 view
Pemukiman Padat Penduduk di Parapat Banjir
SIB/Linggom Parhusip
BANJIR: Pemukiman warga di Jalan Gotongroyong Kelurahan Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon persis dibawah bukit banjir, Selasa (23/10).
Parapat (SIB) -Hujan mengguyur wilayah Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Selasa (22/10) malam menyebabkan sejumlah wilayah  pemukiman padat penduduk di Kelurahan Parapat dilanda banjir.

Hal tersebut dikatakan Lurah Parapat Parningotan Girsang didampingi Sekretaris Lurah Darma Doni Silalahi kepada SIB di Kantor Lurah Parapat, Selasa (23/10).

Parningotan didampingi Darma mengatakan, curah hujan di Parapat sangat tinggi mulai dari malam hingga siang hari menyebabkan beberapa wilayah padat pemukiman di Jalan Gotongroyong dan Jalan Batu Gaga Kelurahan Parapat banjir.

Girsang mengakui penyebab banjir dikarenakan kurangnya saluran drainase, adanya saluran yang tersumbat dan saluran tidak mampu menampung volume air dari perbukitan karena intensitasnya tinggi sehingga air masuk ke dalam rumah warga.

Dikatakannya, selain itu, banjir juga disebabkan karena adanya kegiatan pemerataan lahan yang posisinya tepat di atas padat pemukiman sehingga air bercampur material langsung menguncur ke pemukiman dan menyumbat saluran drainase.

"Tadi malam kita sudah mensurvei dan meninjau daerah banjir dan meminta warga membuat permohonan agar dapat ditindak lanjuti, tidak ada korban jiwa ataupun rumah tertimbun, saat ini warga sedang bergotongroyong," ujar Sekretaris Lurah.

Menurut Darma, untuk mengantisipasi banjir berulang, warga yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan di atas lereng bukit sepatutnya membangun tembok penahan dan warga diajak bermusyawarah untuk mengijinkan pemakaian lahan agar saluran drainase dapat dibangun sehingga air mengalir dengan lancar.

Warga setempat mengatakan, pada tahun 2016 di Jalan Gotongroyong sudah terjadi banjir namun tahun 2018 semakin parah karena sekitar 1 hektar lahan tepat di atas padat pemukiman Jalan Gotongroyong sedang tahap pemerataan tanah dan seluruh tanaman Pinus yang tumbuh sebelumnya ditebang pemiliknya sehingga tangkapan air hujan semakin berkurang.

"Kita tidak keberatan lahan dikelola oleh pemilik namun sepantasnya membuat saluran drainase terlebih dahulu agar pemukiman di bawahnya tidak terkena imbasnya," kata Bakkara. (D13/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru