Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Petani Gambir di Pakpak Bharat Menjerit, Harga Anjlok Rp35.000/Kg

* DPRDSU Desak Bupati Pakpak Bharat dan Disbun Segera Dongkrak Harga
- Rabu, 31 Oktober 2018 18:09 WIB
545 view
Petani Gambir di Pakpak Bharat Menjerit, Harga Anjlok Rp35.000/Kg
SIB/Firdaus Peranginangin
BANTUAN: Anggota DPRD Sumut Toni Togatorop menyerahkan bantuan 15 ton pupuk kepada 15 kelompok Tani se-Kecamatan Sitelu Tali Urung Jahe Kabupaten Pakpak Bharat.
Pakpak Bharat (SIB) -Masyarakat petani penghasil gambir dari 6 desa dan 1 dusun (Desa Binalun, Desa Tanjung Mulia, Tanjung Merah, Desa Bandarbaru, Prolihin, Desa Malun dan Dusun Nanjombal) Kecamatan Sitelu Tali Urung Jahe Kabupaten Pakpak Bharat menjerit, karena harga gambir anjlok ke titik terendah, hanya Rp35.000/Kg yang sebelumnya mencapai Rp100.000/Kg.

Keluhan itu disampaikan Kepala Desa Binalun P Angkat, tokoh masyarakat dan adat Sabar Bancin dan 15 orang perwakilan kelompok tani se Kecamatan Sitelu Tali Urung Jahe kepada anggota anggota DPRD Sumut  Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Toni Togatorop ketika melakukan kegiatan Reses di Desa Binalum, Selasa (30/10) yang dihadiri Sekcam Sitelu Tali Urung Jahe Herina Br Sembiring dan ratusan masyarakat dari berbagai desa sekitar.

"Sepanjang sejarah, baru kali ini harga gambir sangat murah, hanya mencapai Rp35.000/Kg, sehingga para petani gambir di 6 desa dan 1 dusun yang selama ini dikenal sebagai produk gambir terus merugi, karena dengan harga itu, untuk cost memproduksi gambir saja tidak cukup," tegas Angkat.

Berkaitan dengan itu, kata Angkat dan Bancin,  masyarakat petani gambir sangat berharap agar anggota legislatif di Sumut bisa mencari solusi  menaikkan harga gambir ini, agar masyarakat petani tidak terus mengalami kerugian yang sangat besar.

"Kami masyarakat di 6 desa dan satu dusun yang selama ini hidup dari petani gambir sangat berharap agar harga gambir dikembalikan ke posisi semula, yakni Rp100.000/Kg, agar masyarakat petani  bisa memenuhi kebutuhan serta menyekolahkan anak-anaknya.

Menanggapi keluhan masyarakat petani gambir tersebut, Toni Togatorop mendesak Bupati Pakpak Bharat dan Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Provsu maupun Dinas Perkebunan Provsu segera mencari solusi  menaikkan harga gambir, untuk mengatasi kerugian para petani semakin besar serta  memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Bupati harus bersinergi dengan Pemprovsu khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura maupun Dinas Perkebunan Provsu untuk mendongkrak harga gambir yang selama ini sebagai andalan komoditi pertanian di daerah itu, " ujar Toni Togatorop.

Apalagi diketahui, tegas Ketua FP Hanura ini   gambir  merupakan primadona pertanian bagi rakyat, jangan sampai masyarakat mengalihkan pertaniannya dari gambir menjadi perkebun sawit yang juga sangat cocok di daerah tersebut, sehingga tanaman gambir akan jadi kenangan.

Untuk membantu para petani gambir ini, Toni Togatorop memberikan bantuan 15 ton pupuk kepada 15 kelompok tani, untuk meningkatkan kehidupan mereka yang selama ini mengalami kerugian yang besar, akibat anjloknya harga gambir ke titik paling terendah. (A03/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru