Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 01 Agustus 2026

Puluhan Hektare Padi di Kecamatan Parlilitan Terserang Penyakit Blas

- Selasa, 06 November 2018 18:27 WIB
484 view
Puluhan Hektare Padi di Kecamatan Parlilitan Terserang Penyakit Blas
SIB/Dok
HAMA PADI : Salah seorang petani menyemprotkan pestisida ke sawah miliknya di wilayah Kecamatan Parlilitan yang terserang penyakit blas, Senin (5/11).
Humbahas (SIB)- Puluhan hektare tanaman padi sawah di Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terserang penyakit blas (busuk daun, red). Penyakit yang disebabkan jamur tersebut, dikuatirkan akan menyebabkan berkurangnya hasil produksi petani. Petani bahkan terancam gagal panen jika tidak segera ditangani. Karenanya dibutuhkan perhatian  serius dari instansi terkait.

Rotua Hasugian menyebutkan, padi yang diserang, pada umumnya berumur 30-45 hari setelah tanam. Terlihat lebih parah saat selesai pemupukan. "Mula-mula daunnya bercak-bercak. Tak lama kemudian, daunnya masak seperti disiram air panas," ujar Ketua Kelompok Tani Kitamo itu.

Dikatakan,  puluhan hektare tanaman padi milik sejumlah petani di daerah itu sudah terserang oleh penyakit blas dan sangat membutuhkan penanganan yang serius. Bahkan, sejumlah petani harus pasrah melihat seluruh padi mereka membusuk.  

Ditambahkannya, awalnya, penyakit blas hanya menyerang jenis padi tertentu, yaitu si Balige (jenis padi unggul lokal, red). Namun perlahan, padi jenis lainnya juga sudah mulai terjangkiti. "Ada salah seorang petani di daerah sini semua padinya hancur dan tak mungkin tertolong lagi," kata Rotua, Senin (5/11).

Hal senada dikatakan Rosni Hutagaol. Warga Sikualkual ini mengaku, dari setengah hektare tanaman padi sawahnya, separuhnya sudah terserang. "Tidak semua, hanya si balige, tapi yang lainnya juga sudah mulai menular. Sudah terlihat bercak," ujarnya.

Oleh karenanya, mereka sangat berharap pemerintah dapat membantu mereka untuk mengendalikan penyakit padi tersebut. "Kami berharap pemerintah mau membantu memberikan pestisida yang dapat mengendalikan penyakit padi kami. Paling tidak dapat mengajari kami, cara-cara menangani penyakit itu. Setidaknya kami dapat menyelamatkan yang belum terkena penyakit," pintanya. (BR8/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru