Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Kasus Dugaan Korupsi Alkes TA 2012 Sejumlah Pejabat RSU Sidikalang Dairi Diperiksa Polisi

- Selasa, 21 Januari 2014 20:20 WIB
1.855 view
Kasus Dugaan Korupsi Alkes TA 2012  Sejumlah Pejabat RSU Sidikalang Dairi Diperiksa Polisi
SIB/int
Ilustrasi
Sidikalang (SIB)- Terkait kasus dugaan korupsi Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, TA 2012 senilai RP. 1,5 M, sejumlah pejabat terkait pada RSU Sidikalang di periksa Polisi, Selasa (21/1), di ruang Reskrim Unit Tipikor, Polres Dairi.

Kanit Tipikor Polres Dairi Ipda Riswanto Purba SH MHum di ruang kerjanya usai melakukan pemeriksaan Selasa (21/1) sore menyebutkan, pihak Tipikor Polres Dairi telah melakukan pemanggilan terhadap beberapa pejabat RSUD Dairi, yang terkait kasus dugaan korupsi pegadaan alat-alat Kesehatan Tahun anggaran 2012.


Pemanggilan tersebut diharapkan mengambil keterangan para saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga diminta untuk melampirkan dukumen lainnya.


“Pemanggilan pejabat terkait tersebut dalam rangka pengambilan keterangan tentang kasus pengadaan Alkes serta permintaan dokumen-dokumen dan berita acara proyek IPAL TA 2012 RSUD Dairi, senilai RP. 1,5 M.

Jadi kita masih hanya memintai keterangan saksi dan meminta menghadirkan dokumen-dokumen terkait,” sebut Purba.


Ditambahkan Purba, sebelumnya Unit Tipikor Polres Dairi telah melakukan pengumpulan data serta bukti, yang nantinya akan membantu proses lanjut pemeriksaan kasus dugaan korupsi.

“Sebelumnya unit Tipikor Polres Dairi sudah 3 kali menyurati Direktur RSU Sidikalang meminta dokumen IPAL, namun tidak ditanggapi dan sampai hari ini belum pernah menghadiri panggilan tersebut,” imbuh Purba.


Pantauan SIB di seputaran ruang pemeriksaan Unit Tipikor Polres Dairi, Selsa (21/1) hingga pukul 16.30 Wib, perempuan mengenakan seragam kuning sedang memberikan keterangan kepada Polisi yang memeriksa. Pintu ruangan tersebut tertutup rapat, sehingga belum dapat dikenali siapa yang sedang diperiksa. (BR2/B5)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru