Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Pipa Gas Ancam Warga dan Rugikan Negara di Langkat

- Rabu, 22 Januari 2014 13:03 WIB
443 view
Pipa Gas Ancam Warga dan Rugikan Negara di Langkat
SIB/int
Ilustrasi
Medan (SIB)- Kondisi pipa gas Pertamina yang ditanam di pinggiran Sungai Wampu Desa Stabat Lama Kabupaten Langkat, sudah sangat mengkuatirkan. Selain, mengancam kehidupan warga Langkat dan sekitarnya, negarapun akan mengalami kerugian hingga miliaran. Hal itu dikatakan anggota DPRD Sumut Raudin Purba kepada wartawan, Selasa (21/1).

Untuk itu, Ia meminta pihak Pertamina segera lakukan pembenahan tata letak pipa gas yang semula ditanam.

Karena, dengan posisi yang terbuka itu akan sangat rawan terkena hantaman kayu besar, ketika aliran sungai meluap atau banjir.

"Saya sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi itu bersama warga, ternyata kondisi sudah sangat-sangat mengkwatirkan," kata Raudin.

Sebelumnya,  warga mengakui, katanya,  pipa gas yang berada di Sungai Wampu Desa Stabat Lama Kabupaten Langkat tertanam di dalam tanah. Namun, setelah terjadi erupsi air, tanah yang menutupi pipa hanyut terbawa air, pipa tersebut pun kini terlihat jelas melintang di atas permukaan sungai.

"Diperkirakan, tanah yang terkikis sepanjang 50 meter  ke bibir sungai, akibat longsor, sehingga pipa gas terlihat jelas," papar politisi PKS ini.

Parahnya lagi, kata Raudin, pipa gas tersebut sangat rawan terjadi bencana. Dikarenakan, kondisinya yang sudah tidak ada pelindung, apalagi diatas permukaan sungai. Kita kuatir, aliran sungai yang meluap akan membawa kayu besar dan dapat menghantam pipa gas.

"Ini sungguh mengamcam warga Langkat, jika saja pipa gas bocor, efeknya sangat berbahaya,"papar Raudin sembari mengatakan ada 1600 kepala keluarga yang kini terancam.

Untuk itu, harapnya, kepada pihak yang memiliki pengerjaan itu segera lakukan perbaikan. Sebelum, pipa gas tersebut membawa bencana bagi warga Langka dan merugikan negara. (Dik3/w)
 
 

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru