Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Mei 2026
3 Bulan Terus "Diserbu" Abu Vulkanik Gunung Sinabung

Ribuan Warga Desa Batukarang Mulai "Terbirit-birit" Mengungsi

- Rabu, 22 Januari 2014 13:09 WIB
759 view
Ribuan Warga Desa Batukarang Mulai
SIB/Alexander Hr Ginting
RAPAT: Warga desa batukarang sedang rapat musyawarah (runggu) di Jambur Desa apakah mengungsi atau tidak, Senin (20/1) malam akibat erupsi terus menutupi wilayah Desa Batukarang.
T Karo (SIB)- Erupsi Gunung Sinabung yang terus-menerus menimpa Desa Batukarang Kecamatan Payung, akhirnya tidak tertahankan ribuan warga desa. Melihat kenyataan tersebut, tokoh-tokoh masyarakat berembuk, apa langkah yang harus dilakukan. Bertahan atau mengungsi. Kalau mengungsi, belum diterima posko utama, sebab di luar dari zona merah radius 5 km dari Gunung Sinabung. Sedangkan Desa Batukarang, berjarak 7 km dari kaki Gunung Sinabung yang sampai saat ini, Selasa (21/1) masih terus erupsi abu vulkanik bercampur warna kecoklat-coklatan.

Hal itu dikatakan Kepala Desa Batu Karang, Roin Andreas Bangun didampingi Robert Tarigan, SH warga Desa Batukarang yang berdomisili di Kabanjahe kepada SIB, Selasa (21/1) di Kabanjahe.

"Warga mendesak agar sekitar 7.000 jiwa warga Desa Batukarang secepatnya diungsikan karena sudah tidak tahan lagi dengan serbuan abu vulkanik setiap saat. Sudah banyak warga terserang penyakit. Mirisnya lagi perekonomian warga semakin terjepit, mengingat sudah sekitar 3 bulan lebih warga tidak dapat lagi bercocok tanam. Pertanian sudah lumpuh," kata kepala desa.

Situasi sekarang sedikitpun tidak menguntungkan bagi warganya. “Sebenarnya kami lebih parah dari para pengungsi. Karena para pengungsi di lokasi pengungsian semua sudah disiapkan (logistik). Sementara warga Desa Batukarang yang selama ini bertahan di dalam rumah sudah kehabisan stok pangan dan ekonomi. Selain itu, anak-anak sekolah sudah sering tidak bersekolah lagi karena tenaga pengajarnya cenderung tidak datang”, ujar Robert.

Menurut kepala desa lagi, akibat mereka tidak diterima di posko utama, banyak warga “terbirit-birit” mengungsi tanpa tujuan. Ada ke rumah-rumah keluarga. Ada ke wilayah Tigabinanga dan ada juga numpang makan di posko pasar buah di pengungsian Tigabinanga. Saat ini (Selasa 21/1-red) titik pengungsian korban erupsi Sinabung, mencapai 42 titik. Jumlah pengungsi mencapai 28.221 jiwa. Para pengungsi terdiri dari 8.873 Kepala Keluarga (KK) dengan 1.509 pengungsi lanjut usia, 203 orang ibu hamil, dan 853 orang bayi.

Awan Gelap dan Abu Vulkanik ke Kabanjahe
Pantauan SIB, Selasa (21/1)  kota Kabanjahe  ditutupi awan gelap dan abu vulkanik erupsi Sinabung sejak pagi sampai berita ini dikirim pukul 18.45 WIB. Siraman abu vulkanik berupa semburan dari angkasa tampak menutupi wilayah kota Kabanjahe termasuk sekitar posko utama. Informasi diperoleh SIB dari masyarakat bahwa, abu vulkanik mulai menyiram kota Kabanjahe sejak wacana kedatangan Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Yang pasti, erupsi abu vulkanik Sinabung saat ini ke arah kota Kabanjahe bukan karena rencana kedatangan Pak SBY. Tapi memang kebetulan saat ini angin mengarah ke kota Kabanjahe,” ujar sejumlah petugas Tanggap Darurat mengomentari. (BR2/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru