Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Kalangan Rohaniawan di Karo Minta Gereja Dukung Perda-Perdes Anti Judi, Narkoba dan Miras

Redaksi - Kamis, 16 Januari 2020 16:22 WIB
161 view
Kalangan Rohaniawan di Karo Minta Gereja Dukung Perda-Perdes Anti Judi, Narkoba dan Miras
pixabay
Ilustrasi
Medan (SIB)
Kalangan rohaniawan dan pemerhati sosial ekonomi daerah Karo, di Tanahkaro maupun di Medan meminta gereja perlu konsisten mendorong dan mendukung adanya kebijakan pemerintah untuk menerbitkan peraturan daerah atau peraturan desa (Perda/Perdes) tentang penolakan aksi atau praktek judi, asusila, HIV Aids, narkoba, miras.

Pdt Masada Sinukaban STh dari GBKP Klasis Barus Sibayak, Ir Sanusi Surbakti MBA MRE dan Ir Alimin Ginting dari GBKP Medan, serta pertua Ir Jonathan Ikuten Tarigan, secara terpisah menyebutkan gereja dan lembaga-lembaga keagamaan atau lainnya, melalui barisan jemaat dan keluarga sangat berperan penting dalam aksi sosial kampanye 'Hindari Penyakit Masyarakat' berupa tradisi pergaulan bebas yang menimbulkan HIV-AIDS, aksi konsumsi dan transaksi narkoba, judi, minuman keras (miras), rokok (madat) dan prostitusi (maksiat).

"Wacana dari harapan kita selama ini, agar Pemda segera menerbitkan Perda dan Perdes untuk memerangi dan menolak judi, asusila, HIV AIDS, narkoba dan miras-madat, terus kita gulirkan. Atas kerinduan untuk melihat daerah Karo yang bersih, imani, aman dan nyaman, kita terus menunggu kesediaan pemerintah untuk menerbitkan Perda-Perdes ini," kata Masada Sinukaban kepada SIB Minggu (12/1).

Wacana dan harapan itu direspon positif oleh kalangan sejawatnya di Medan. Sanusi Surbakti yang juga rohaniawan (Pertua) di GBKP Medan menilai gerakan Pendeta Masada yang selama ini aktif mengkampanyekan Karo Bersih dari judi dan narkoba, perlu didukung semua pihak. Alimin Ginting (geolog) selaku pemerhati sosial ekonomi daerah Karo menyebutkan wacana dan aksi kampanye tolak judi dan narkoba, miras juga menjadi partisipasi masyarakat mendukung pihak aparat atau polisi dalam memberantas judi dan narkoba.

Mereka menyebutkan sejumlah aktivitas sosial yang digerakkan pendeta Masada bersama masyarakat dan jemaatnya selama ini, misalnya mitigasi bencana alam atau erupsi Gunung Sinabung, sosialisasi bahaya narkoba dan HIV AIDS di kalangan gereja, aksi bersih lingkungan berupa kutip sampah secara massal di sekitar objek wisata dan lainnya.

"Pernah suatu kali dalam perjalanan pulang ke Medan dari Sidikalang, saya lihat orang-orang kutip sampah di sepanjang jalan objek wisata Doulu lewat Peceren. Saya kira itu petugas Dinas Kebersihan (Karo), ternyata orang gereja GBKP Barus. Orang atau figur yang peduli gereja dan masyarakat seperti ini yang pantas jadi kandidat pimpinan (Kandipim) Moderamen GBKP di masa mendatang," ujar Jonathan Tarigan. (M04/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru