Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026

Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi Resmikan Kode Etik Anti Kekerasan Seksual

Redaksi - Selasa, 28 Januari 2020 15:58 WIB
263 view
Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi Resmikan Kode Etik Anti Kekerasan Seksual
rencongpost.com
Ilustrasi
Pematangsiantar (SIB)
Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi (Peruati) di Indonesia (Associaton of Theologically Educated Women in Indonesia) wilayah Parapat, Asahan, Siantar, Tebingtinggi (Pasti) menggelar syukuran Tahun Baru 2020, sekaligus meresmikan kode etik anti kekerasan seksual dalam ruang lingkup gereja, Jumat (24/1) di gereja HKI Immanuel Jalan Melanthon Siregar Pematangsiantar.

Acara juga didukung oleh United Evangelical Mission (UEM) serta dihadiri dari Peruati Sumut, LWF-Asia serta undangan lainnya.

Ketua Peruati Pasti Pdt Desy Hutasoit STh dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan sukacita atas terlaksananya syukuran Tahun Baru 2020 yang dirangkaikan dengan peluncuran kode etik anti kekerasan seksual dalam ruang lingkup gereja.

Ephorus HKI Pdt M Pahala Hutabarat STh MM dalam khotbahnya mengatakan, Peruati Pasti telah diikat menjadi satu dalam pelayanan kasih, seperti satu hubungan sehingga menjadi satu keutuhan.

Dicontohkannya seperti bunga yang terdiri dari beberapa kelopak bunga disatukan dalam satu kuntum atau satu tangkai akan menjadi indah dan dapat mempengaruhi di sekelilingnya. Demikian dengan Peruati Pasti kiranya dapat menjadi berkat dalam pelayanan kasih.

Ketua Peruati Nasional diwakili penasehat BPN Peruati Pdt Rosmalia Barus STh mengatakan, Peruati lahir dari pergumulan, bersama gereja-gereja di Indonesia dan dengan persekutuan teologia. Dengan adanya pergumulan itulah maka digelar konsultasi nasional di Tomohon tahun 1995 dan saat itu difasilitasi PGI.

Pihaknya mengapresiasi kerjasama Peruati Pasti dengan UEM. Biarlah ini menjadi langkah awal strategis memproduk buku-buku atau tulisan, termasuk membangun komunikasi yang intens dengan pimpinan-pimpinan gereja.

Mewakili undangan Desri Sumbayak mengapresiasi Peruati Pasti sebagai pioner gerakan perempuan yang terus maju di Asia terkhusus di Sumut atau Siantar serta sangat menyambut baik kode etik anti kekerasan seksual, sehingga diharapkan dapat sebagai salah satu alat untuk memperjuangkan kesetaraan gender. Banyak kasus kekerasan atau pelecehan seksual di ruang lingkup gereja tetapi karena tidak ada aturan yang mengikat, sehingga tidak dapat diselesaikan dengan baik. Kiranya kode etik ini dapat diserap atau diadopsi gereja-gereja.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar diskusi bersama seputar kode etik anti kekerasan seksual dalam ruang lingkup gereja. Turut hadir pada kegiatan tersebut BPD Peruati Medan Pdt Enida Girsang MTh, BPD Tani Simalungun, Sofia Manullang (UEM), Sopou Dame WCC GKPS, PWKI, Persatuan Diakones, persekutuan bibelvrouw dan undangan lainnya. (rel/S04/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru